{[["☆","★"]]}
Bupati Hamid Rizal dan Danrem 033/ WP, Gabriel Lema 
JAKARTA I KEJORANEWS.COM : Bupati Natuna Hamid Rizal, menghadiri rapat paripurna TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun anggaran 2018, di Jakarta, Rabu ( 05/12/2018).

Bupati Hamid diundang sebagai bentuk ucapan terimakasih TNI, atas sumbangsih serta dukungan Pemda Natuna dalam pelaksanaan TMMD di Kecamatan Pulau Tiga, belum lama ini.

Adapun tema diusung yakni ” Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa Kita Tingkatkan Imunitas Bangsa Guna Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat”.
Bupati Hamid Rizal di Tengah -tengah Peserta


Selain Bupati Natuna, Paripurna TMMD 2018 tersebut Juga dihadiri Dandim 0318 Natuna Letkol (Inf) Yusuf Rizal. Giat dipusatkan di Gor A Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.
Letjend TNI Muhammad Herindra dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan TMMD bukan kegiatan TNI semata. Akan tetapi, merupakan program terpadu lintas sektoral.
“Program ini merupakan kerjasama TNI, Kementrian, Lembaga Kepemerintahan Non Kementerian (LNK) dan Komponen lainnya, dilakukan bersama Rakyat”, ujarnya.

Kesuksesan penyelenggaraan TMMD, tidak lepas dari peran serta Pemerintah daerah. Mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Desa, disamping adanya kerjasama dengan Kementerian dan LPNK.
Rapat paripurna TNI Manunggal Membangun
Desa (TMMD) tahun anggaran 2018

Sehingga penyelenggaraannya harus melalui proses perencanaan yang matang, dengan mengutamakan aspirasi dari bawah (bottom up planning).

“Proses ini mewadahi kepentingan masyarakat di daerah sasaran secara komprehensif dan integral,” ucapnya.
Menurutnya, pembangunan fisik harus dilengkapi pembangunan non fisik yang tepat. Sesuai tema rapat kali ini “Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa, kita tingkatkan imunitas bangsa guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat”
Ia berharap, kegiatan tersebut harus benar-benar membangun imunitas. Imunitas dimaksud adalah imunitas dari berbagai permasalahan yang saat ini mengemuka yaitu radikalisme, terorisme, sikap intoleran, provokasi dan adu domba, serta penyalahgunaan Narkoba.

Karenanya, dibutuhkan pembangunan menyeluruh, agar masyarakat memahami dan menyadari hal tersebut.

“Upaya itu tidaklah semudah membalik telapak tangan, namun upaya yang membutuhkan konsistensi, komitmen, dan kerja keras kita semua, seluruh komponen bangsa”.

Sementara itu, Aster KSAD Mayjen TNI Supartogi selaku Sekretaris PJO TMMD mengatakan, pada tahun 2017 pelaksanaan TMMD  mengalami perubahan. Semula dilaksanakan dua kali dalam setahun, TMMD ditambah menjadi tiga kali dalam setahun.

Pada tahun 2018 ini telah memasuki periode ke 103. TMMD tahun ini dilaksanakan di 150 sasaran dengan rincian setiap periode sebanyak 50 sasaran.

Berdasarkan Iaporan yang diterima dan hasil pengawasan secara melekat pelaksanaan TMMD TA 2018 telah mencapai target dan sasaran yang dltetapkan diantaranya sasaran fisik secara umum berupa pembuatan/rehab jalan sepanjang 612.363 kilometer, pembuatan talud, saluran air/irigasi sepanjang 37.288 Kilometer.

Kemudian rehab RTLH sebanyak 606 unit, pembuatan Jamban sebanyak 344 unit, pembuatan/rehab gorong-gorong sebanyak 203 unit, pembuatan/rehab jembatan sebanyak 109 unit, normalisasi sungai 31.135 Kilometer, pembangunan/rehab sekolah/madrasah 35 unit dan pembangunan/rehab tempat ibadah 66 unit.

Untuk sasaran non fisik berupa penyuluhan kesehatan, pertanian, bahaya narkoba, hukum dan kamtibmas, KB, Bela Negara, sosialisasi imunitas bangsa, kampanye kreatif yang secara umum telah berjalan dengan baik.

Hasil Iainnya yang menonjol adalah sinergi Iintas instansi yang makin erat telah mendorong pencapaian tujuan dan dan sasaran TMMD maupun mendukung perecepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat yang diselaraskan dengan aspek pembangunan pertahanan dan ketahanan wilayah.

Adw
 
Top