{[["☆","★"]]}
Lukita Menyampaikan Sambutan
BATAM I KEJORANEWS.COM : Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengikuti penanaman 1000 pohon jenis pulay, mahoni, dan saga di Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk Duriangkang, Muka Kuning pada Sabtu (17/11/2018) pagi.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BP Batam dengan salah satu perusahaan di kawasan industri Panbil yakni PT Epcos Indonesia (TDK Group) diikuti sebanyak 200 peserta terdiri dari karyawan PT Epcos, Ditpam BP Batam, Kantor Air BP Batam dan anak Sekolah. 

" Kami sangat mendukung apa yang dilakukan PT EPCOS pada pagi hari ini, BP Batam dan pemerintah sangat mengapresiasi terlaksananya program ini karena sangat penting bagi keberlangsungan ketersediaan dan kebutuhan air masyarakat kota Batam," ujar Lukita.

Lukita bersama Guido Mauthe 

Waduk Duriangkang merupakan penyuplai terbanyak kebutuhan air masyarakat Batam, untuk itu dibutuhkan peran serta dan kesadaran dari masyarakat dalam menjaga ketersediaan air baku.

"Kita pahami bersama Batam sangat tergantung dengan air hujan, empat hari ini dan tadi pagi hujan besar adalah berkah untuk Batam, Batam tidak punya air tanah yang baik tidak punya sungai  itu  sebabnya di Batam kita punya 7 waduk artinya kita harus serius menjaga waduk sebagai daerah resapan air," ujarnya. 

Ia pun menghimbau agar tanaman pohon yang telah ditanam untuk dirawat dan dijaga hingga berkembang.

 " Apa yang ditanam ini juga harus bisa berkembang artinya kita harus komit merawatnya dan saya harap PT EPCOS juga untuk sesekali melihat kondisi tanaman". Tambahnya.
Pengarahan saat Penanaman Pohon


CEO PT Epcos Guido Mauthe mengaku bangga atas perhatian yang diberikan BP Batam. Ia memgaku jajarannya memiliki komitmen untuk menjaga dan melestarikan lingkungan Kota Batam.

 "terimakasih atas dukungan dan perhatian BP Batam, kami meiliki banyak program untuk lingkungan hidup salah satunya penanaman pohon hari ini," ujarnya. 

Sementara Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan menyebutkan tujuan kegiatan ini adalah untuk menghijaukan lahan lahan kritis yang merupakan daerah tangkapan air waduk Kota Batam.

" Kita harus menjaga kondisi daerah tangkapan air ini jangan sampai pohon ditebang atau dikonversi jadi pertanian,itu yang kita kembalikan sehingga daya serap air bisa ditahan tidak langsung jatuh ke laut sehingga kapasitas dan kelangsungan pada masa kemarau air nya masih tertahan," pungkas Binsar. 


Humas BP Batam
 
Top