{[["☆","★"]]}
Kapal Tenggelam
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Meninggalnya Saleh (24 tahun), akibat kapal nelayan yang ditumpanginya  tertabrak kapal tanker, mengundang simpati dari berbagai pihak terkait di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).
Kamis (15/11/2018).

Dedi Syahputra, Sekretaris DPC HNSI KKA, mengatakan, persoalan Saleh  Desa Putik warga RT 04 RW 05 Kecamatan Palmatak hendaknya dijadikan momentum untuk perbaikan kebijakan oleh instansi terkait.

Menurutnya, ia dari HNSI beberapa tahun kebelakang ini mendorong perusahaan minyak khususnya Offshore untuk membangun Boiy ( tempat tambatan perahu nelayan) ketika nelayan memancing di sekitar offshore, menimbang keselamatan nelayan atas kondisi exstrem di laut  dan bahaya olah gerak kapal-kapal tanker.

" Boiy yang dibangun harus sesuai dengan kebutuhan hari ini, sekaligus mengakomodir lampu lalu lintas di laut, agar di wilayah tersebut nelayan lokal merasa aman dan nyaman." Ujar Dedi.

Sedangkan terkait kemungkinan ada bergersernya nelayan Anambas mencari ikan sampai 100 Mil ke atas perbatasan negara disebabkan sulitnya mencari ikan saat ini di laut Anambas.

Hal senada disampaikan oleh Kasi  Keselamatan Pelayaran Dinas Perhubungan, Adi Wahyudi Hutagaol. 

Menurut Adi, pengawasan dan pembinaan dari pihak pemerintah memang diperlukan dalam mengurangi kecelakaan di laut.

" Dalam posisi ini Dishub bukan bekerja sendiri, tapi banyak pihak yang berperan seperti Syahbandar (terkait SPB),  Kepala Desa utk pembinaan ke dalam masyarakat, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), dan yg terutama Basarnas, " terangnya.

Lanjutnya, keselamatan harus menjadi budaya bagi masyarakat maritim seperti Anambas, untuk ia ia meminta pemilik/operator kapal dan juga penumpang untuk selalu menyediakan  perlengkapan standar life jacket.

" Masyarakat juga harus membiasakan diri dengan perlengkapan life jacket di kapal agar  keselamatannya bisa terjaga, " ujar Adi Hutagaol Kasi Keselamatan Pelayaran Dinas Perhubungan.

Ditambahkan Adi, nelayan agar tidak memancing di dekat platform dan areal menuju platform karena pemerintah melalui LANAL Tarempa sudah menghimbau masyarakat untuk tidak memancing di sana, dikarenakan angin dan ombak yang kencang dan tidak ada pertolongan pertama dan terdekat bila terjadi Laka laut, Apalagi  menurutnya, pompong nelayan tersebut tidak dilengkapi peralatan navigasi seperti radio HF, VHF, radar dan GPS.

" Saya ikut Bela Sungkawa atas meninggalnya Nelayan Desa Putik Kemaren, semoga keluarga yang ditinggalkan tabah." Ucap Adi.


Lionardo
 
Top