{[["☆","★"]]}
Maria Y Jacobus
BATAM I KEJORANEWS.COM : Head of Corporate Secretary Adhya Tirta Batam (ATB), Maria Y Jacobus mengatakan bahwa di 32 lokasi project perusahaan Hansol saat ini, terdapat jalur pipa air ATB.

Hal tersebut diungkapnya setelah melakukan pertemuan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), Senin (19/11/2018), terkait masalah kebocoran pipa distribusi DN800 ATB, yang mengakibatkan ribuan pelanggan tidak mendapatkan suplay air bersih.

"Saya tadi membaca surat (notulen) diberikan oleh perusahaan Hansol, dan surat tersebut hasil pertemuan di bulan Maret tahun 2017. Sementara dalam lembaran surat itu disebutkan apabila perusahaan Hansol ingin meminta gambar lagi (posisi jalur pipa.red) secara rinci dapat meminta kepada BP Batam," terangnya di gedung DPRD Batam (19/11), Batam Centre - Batam.

Menurutnya, sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh pihak perusahaan Hansol, di mana pada pertemuan dalam memperoleh gambar posisi jalur pipa ATB, yang sudah berlangsung kurang lebih satu tahun setengah itu.

"Di 32 lokasi project IPAL tersebut terdapat pipa ATB, harusnya dalam suatu pekerjaan diperlukan kehati-hatian. Dan dari pertemuan yang telah dilakukan oleh pihak Hansol, masak setelah itu mereka tidak melakukan koordinasi lagi," ungkapnya.

Lanjut, Maria Y Jacobus, masalah itu bukan pertama kali ATB menuntut terkait hal-hal kerugian kepada Hansol, pada bulan Juli 2018 waktu itu ratusan pelanggan di perumahan Sukajadi aliran airnya terhenti selama 9 jam, tapi hansol dalam pertemuan itu tidak memahami ada potensi bisnis interupsi, belum lagi terkait hal kerugian yang dialami konsumen.

"Sementara perusahaan Hansol dengan BP Batam telah membuat nota kesepahaman dan salah satu butirnya yaitu, dimana apa bila terjadi pengrusakan pipa yang menyebabkan kebocoran baik yang disengaja maupun tidak maka pihak ketiga wajib mengganti rugi dalam hal ini akan disampaikan kepada BP Batam," tukasnya.

Sejatinya, pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dengan panjang 114 kilo meter, sebagai pengganti septic tank. Di mana dapat melayani ribuan tempat tinggal masyarakat kota Batam.

Di tempat yang sama dalam pertemuan rapat, selaku perwakilan dari konsumen yang terdampak, Anshor mempertanyakan  proyek jangka panjang oleh Hansol sehingga jika terjadi lagi bocor dan macetnya air yang merupakan salah satu kebutuhan utama manusia.

"Kita disini meminta pertanggung jawaban kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hansol dan ATB. Ada sekitar 5000 konsumen dikali 3 kubik yang dalam ini dirugikan selama suply air terhenti. Untuk itu Kita akan mempersiapkan hal yang diperlukan dalam ganti rugi terhadap konsumen,'' pungkasnya didampingi Pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Batam. 


(atm)
 
Top