{[["☆","★"]]}
Panglima Koarmada I, Laksda TNI Yudo Margono

NATUNA I KEJORANEWS.COM : Satu unit kapal  Layar Motor, berbendera Indonesia dengan nama lambung KLM. Berdikari, bermuatan rotan seberat 194 ton, ditangkap KRI Tengku Umar diperairan Natuna pada Sabtu (27/10/2018)  dalam operasi Benteng Sagara 2018 ,dibawah Kendali Operasi  Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Armada I.

Kapal yang memiliki dokumen pelayaran dari Durabaya tujuan Natuna itu ditangkap saat sedang dalam perjalanan menuju Serawak Kuching, Malaysia.

Panglima Komando Armada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut beberapa saat sebelum bertolak dari Natuna ke Anambas, membenarkan adanya penangkapan Kapal yang sedang menyelundupkan rotan dari Indonesia menuju Malaysia.

“Kapal ditangkap mengarah ke Kuching Malaysia, di sebelah utara Tanjung Datuk, dan kapal menyalahi dokumen pelayaran, terbukti hendak menyelundupkan rotan ke Malaysia,” jelas Panglima di Lanud Raden Sadjad, Minggu (28/10/2018) pagi.

Menurut Panglima, penyelundupan hasil bumi dari Indonesia menuju negara tetangga Malaysia itu sudah sering terjadi, dan KLM.  Berdikari 09 merupakan salah satu kapal yang sudah diintai selama pelayarannya melintasi perairan Natuna menuju Serawak.

“Ini bukan yang pertama kali kapal tersebut menyelundupkan rota ke Malaysia, sebelum – sebelumnya juga sudah sering melakukan hal ini. Dan sebelumnya juga banyak kapal yang menyelundupkan hasil bumi Indonesia ke Malaysia,” kata Pangkoarmada I ,Laksda TNI Yudo Margono.

Selanjutnya KLM. Berdikari I digiring oleh KRI. Tengku Umar menuju pelabuhan TNI AL di Sabang Mawang Kecamatan Pulau 3, untuk diserahkan penanganannya kepada Pangkalan TNI AL Ranai. Proses penyidikan selanjutnya akan dilakukan oleh Lanal Ranai.

“ Karena kita tidak memiliki kewenangan untuk penyidikan atau penanganan kapwl yang melakukan penyelundupan hasil bumi, maka selanjutnya akan diserahkan kepada aparat yang berwenang, namun dari KRI Tengku Umar akan diserahkan kepada LANAL Ranai, “ tambah Pqngkoarmada I.

Pangkoarmada I, menambahkan, mengingat luasnya perairan Natuna dan berbatasan dengan negara etangga sangat rawan terjadi penyelundupan barang dari jalur laut serta pencurian ikan oleh nelayan asing. Oleh karenanya, guna menjaga perairan Natuna, Koarmada I, secara rutin melakukan operasi dengan menempatkan minimal 4 KRI dalam sekali operasi.

“ Kita terus memantau kemanan perairan di Natuna dengan meningkatkan pengawasan oleh KRI,” tandas Pangkoarmada I.

Adw

 
Top