{[["☆","★"]]}
Wabup Ngesti dan Jajaran saat Pemberian Vaksin Massal di SMPN 1 Ranai
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status sebelumnya.

Campak dapat menyebabkan komplikasi  serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.
Wabup Ngesti Photo Bersama


Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi saat dilahirkan. 

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.
Wabup Ngesti Saksikan Penyuntikan Vaksin


Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti,  mengatakan sudah kewajiban Kita mendukung, program Pemerintah Pusat untuk menyehatkan generasi penerus anak bangsa.ucap Ngesti usai membuka secara resmi suntik campak dan rubela, di SMP Negeri 1 Ranai Natuna, Rabu (01/018/2018).

Wabup Berikan Tanda kepada Anak
yang Sudah Divaksin

Menurut Ngesti Program Pemerintah Pusat ,lewat Kemenkes sudah lama, dan dinas terkait telah melakukan,  sosialisasi ke masyarakat.

“Memang kemarin dari Ketua MUI Provinsi sempat keluar arahan bahwa suntik Rubela "haram."Padahal MUI Pusat, sudah menyatakan tidak ada masalah jika manfaatnya lebih besar. Oeh karena itu, dalam pelaksanaan  sosialisasi di masyarakat, Kita dibantu  oleh  kementerian agama, agar bisa menjelaskan ke masyarakat  soal halal tidak halal. Jadi kegiatan ini bukan cuma dinas pendidikan dan Kesehatan,” ucap Ngesti yang diamini Kadis Kesehatan Natuna Rizal Rinaldi .

Ia juga mengatakan, pelaksanaan suntuk Campak dan Rubella di Kepri khusunya di Natuna, merupakan tahap kedua. Pertama di Jawa, kedua di luar Jawa.

“ Kegiatan ini serentak dilaksanakan di Kepri, berdasarkan surat edaran,” ucapnya.

Sementara itu, menurut Kadinkes Natuna Rizal Rinaldi, kegiatan ini akan  berlangsung selama 2 bulan di seluruh Desa yang ada di Natuna. adapun sasarannya, adalah anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun.

Diakuinya, penyakit Rubela banyak menyerang ibu hamil, dan sangat berbahaya. Karena dapat menimbulkan cacat dalam kandungan 

“ Kendalanya Ibu hamil tidak dapat kita beri vaksin ini untuk pencegahan. Sehingga anak setelah berumur 9 bulan - 15 tahun harus kita vaksin, guna memutus mata rantai. Tahap pertama Kita vaksin anak SMP SD dan SMP, nanti tahap kedua baru bayi.Jumlah  SMP 1 yang mau di vaksin sebanyak   718 orang. " Ucapnya. 

Di tempat sama, Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit. Hikmat Aliansyah mengatakan, kegiatan ini sudah disosialisasikan lebih dulu. Terkait jumlahnya dikatakannya banyak banyak dan mencukupi karena dalam 1 botol (vial ) mampu menyuntik  8 orang.

“Untuk di Natuna ada sekitar  23 000 siswa dan  Ballita harus diberi vaksin campak dan rubela, nantinya masyarakat tidak usah khawatir, Pemerintah akan berupaya melakukan pencegahan lewat vaksin,” kata Hikmat.

Terkait ada tidaknya penyakit Rubela di Natuna, menurut Hikmat  belum bisa dipastikan karena butuh pemeriksaan dilaboratorium  di Puslitbangkes (Pusat penelitian dan pengembangan kesehatan.)dan hanya satu satunya di Jakarta. Kecuali untuk campak  sudah ada ditemukan namun tidak berbahaya.

Adw
 
Top