{[["☆","★"]]}
Dayat Bagong dan Abikala bersama Crew
BATAM I KEJORANEWS.COM : Kabar gembira buat warga Batam yang ingin mengembangkan bakat acting di dunia perfilman. 

RBN Art Cinema dari Jakarta saat ini sedang mencari personal -personal, pria wanita sebanyak 40 orang yang memiliki bakat akting untuk menjadi pemeran dalam Film Televisi (FTV) dengan judul "  Surat Cinta untuk Bu Mala" yang akan tayang di MNCTV, dan Film layar lebar berjudul " Seroja di Batas Samudra."

Dayat Bagong Produser sekaligus penanggung jawab audisi mengatakan,  
pembukaan pendaftaran untuk audisi telah dimulai sejak 8 Agustus 2018 dan akan berakhir pada 2 Agustus 2018 besok.

" Tempat pendaftaran kita di Citywalk, Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja, Batam. Para pendaftar audisi ditarik biaya Rp 200.000 perorang. Dari biaya itu pendaftar mendapat 1 baju dan pelatihan akting, modeling, dance dan vokal. Saat ini yang telah mendaftar sebanyak 120 orang, dan besok 2 Agustus hari pendaftaran terakhir, " ujar Dayat.

Dayat menambahkan, para pendaftar akan ditampilkan secara show pada konser audisi menuju bintang yang akan dilaksanakan pada Sabtu 4 Agustus 2018 di Citywalk, Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja, Batam. Dari jam 7.00 WIB - 10.00 WIB malam. 

" Juri penilai dalam audisi nanti berasal dari Jakarta yakni, Ray Sahetapi (aktor), Ben Joshua (aktor), Abikala (Budayawan), Heru Kontrol Penyiaran MNC Group, dan Tokoh Budayawan Batam. Sedangkan Show Director pada audisi nanti yang akan menjadi koreografi, dikatakannya adalah Atin Kisam, " terang Dayat.

Dayat menjelaskan, pihaknya sengaja mengambil para pemeran film dari Batam dan Kepri, bertujuan untuk mengkampanyekan budaya Melayu.

" Budaya Melayu namun segmentasinya nasional. Kalau untuk FTV kita akan buat shootingnya  selama 5 hari di Batam, kalau yang layar lebar area  shootingnya Batam dan Kepri, bisa di Tanjungpinang, Karimun atau daerah lainnya, " jelasnya.

Lanjutnya, pemeran yang memainkan film nanti, tidak hanya bermain untuk 2 film tersebut, namun juga akan dibuatkan film lainnya yang mewakili budaya Melayu." Tuturnya.

Rdk
 
Top