{[["☆","★"]]}
H, Irwansyah, Anggota DPRD Kepri
BATAM I KEJORANEWS.COM :Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilingkungan SLTA secara khusus di SMA, SMK negeri di Batam membuat banyaknya anak anak berprestasi tidak bisa melanjutkan sekolah negeri yang mereka inginkan, pasalnya adanya sistim PPDB yang secara acak acakan menunjuk kemana calon siswa mendaftar tanpa melihat kondisi jarak dan juga keadaan calon siswa. Hal ini disampaikan oleh wakil ketua Komite informasi masyarakat (KIM) kota Batam Parlin Sihombing mengatakan kepada wartawan simakkepri.com. Selasa (3/7/2018) di Batu Aji.

“Ada beberapa anak-anak kita yang tinggal di batuaji dan sagulung, mereka anak anak berprestasi ini harus bersedih karena sistem PPDB mengharuskan mereka gigit jari untuk bisa melenggang masuk ke SMAN 5 Batam, soalnya sistem PPDB tahun ini tidak berpihak pada mereka, padahal mereka banyak yang berprestasi, hanya saja tidak diberikan ruang untuk bertarung di sekolah tempat tinggal mereka sendiri, dengan memberikan arahan yang tidak logika, yakni memberikan pilihan sekolah lain yang jauh dari tempat tinggal mereka, seperti SMA N 23 dan SMAN 3 Nongsa, sementara anak anak ini berdomisili di Batuaji/ Sagulung. Kebijakan ini membuat orang tua calon siswa bingung dengan aturan PPDB tahun ini.” ucapnya.

Akibat permasalah ini Parlin mengaku sudah melaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau dan salah satu anggota DPRD KEPRI, hanya saja belum mendapat jawaban.

“Saya sudah lapor kepada Dinas Pendidikan provinsi Kepri dan anggota DPRD Kepri H, Irwansyah hanya saja belum mendapat jawaban. Saya berharap DPRD Kepri dan juga Dinas Pendidikan Kepri bisa memberikan penjelasan dan jalan terbaik akan nasib calon siswa baru” ucap Parlin.

Anggota DPRD Kepri, Irwansyah saat dihubungi Awak media ini melalui pesan WhastApp, mengatakan, bahwa tidak ada penolakan bagi siswa baru yang nilainya sesuai persyaratan, Dirinya juga mengaku calon siswa yang berdomisili di Batu Aji/ Sagulung bebas memilih sekolah di tempat tinggalnya.

“Calon siswa bebas memilih dimana melanjutkan sekolahnya sesuai zona wilayahnya” katanya
 
Top