Harga Getah Karet Jatuh, Petani dan Pengumpul Getah Karet Minta Pemda KKA Bertindak


Harga Getah Karet Jatuh, Petani dan Pengumpul Getah Karet Minta Pemda KKA Bertindak

Karet Bekuk/ Ojol
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Pada 2018 ini harga getah karet keping (baru berkadar karet 60 %) dan ojol/bekuk (karet tersimpan lama berkadar 40%) di Kabupaten Kepulauan Anambas terus mengalami penurunan harga. Yakni getah karet keping hanya Rp.7.000/kilogram dan Bekuk/Ojol hanya Rp. 4.000/kilogram. Padahal sebelumnya pada tahun 2017 lalu, harga Rp.8.500/kilogram dan Bekuk/Ojol hanya Rp. 5.000/kilogram.  

Kondisi tersebut membuat petani Anambas mengeluh dan lesu karena kurangannya pendapatan.

Mael (48), salah seorang petani karet Kecamatan Siantan Timur Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) ketika ditanya, Rabu (18/7/2018) mengatakan,  menurunnya kedua jenis getah karet itu sangat tidak menguntungkan petani dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

" Keadaan ini membuat ekonomi kami petani semakin tidak berdaya. Untuk dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, " ungkap Mael.

Mael menjelaskan, dalam satu hari kebun miliknya mampu menghasilkan Karet Keping delapan sampai sepuluh kilogram, sehingga jika dijual saat ini bisa menghasilkan uang hanya sekitar Rp. 70.000, itupun menurutnya kalau hari tidak hujan.

"Itu masih harga kotor belum dipotong untuk peyusutan. Hasil dari menoreh karet memang lumayan, tapi ketika dijual hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Apalagi harga kebutuhan pokok juga lumayan mahal. Yang pasti kami merasa sangat sulit dengan turunnya harga karet saat ini, " tambahnya.

Terkait masalah itu, tim media ini juga melakukan pengecekan kepada pengusaha pengumpul karet dan bekuk/Ojol.

Awang Gimau pengusaha pengumpul karet di desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan juga menyampaikan keluhan yang sama. Menurutnya ia terpaksa membeli harga karet petani dengan harga tersebut karena mengikuti harga pasaran.

"Ya bagaimana lagi pak, kami jual ke pengepul besar juga murah, kita hanya mengikuti harga pasaran," kata Awang Gimau.

Ia menyampaikan bahwa harga karet dan Bekuk/ojol dalam beberapa tahun terakhir ini sudah berkali-kali mengalami penurunan mulai dari harga tertinggi karet keping  mencapai Rp.40.000/kilogram dan  Bekuk/ojol mentah Rp. 12.000/kilogram Tahun 2005.

" Mulai turun tajam menjadi Rp. 8.500/kilogram pada Tahun 2017, dan kini kembali merosot lagi Tahun 2018 menjadi 7.000/kilogram, "  jelasnya.

Lanjut Awang Gimau dirinya sebagai pengusaha pengumpul juga mengalami kesulitan karena karet saat disimpan akan terjadi penyusutan, selain itu  pengantaran yang jauh juga memakan biaya untuk penyewaan kapal.

"Mayoritas penduduk di Anambas ini penghasilannya mengandalkan getah karet, jika harga getah karet terus turun bagaimana nasib kami ke depan," keluhnya.

Untuk itu Ia berharap pemerintah Anambas dan Stakeholder lainnya segera mencari solusi untuk mengembalikan harga karet menjadi relatif normal.

Lionardo
Lebih baru Lebih lama