{[["☆","★"]]}
Pasir yang Diduga Pasir Laut
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : PT. Putra Lingga Kontraktor pelaksana pengerjaan pembangunan Rumah Susun (Rusun) Kepolisian Resor ( Polres) Anambas,  diduga menggunakan pasir laut dalam mengerjakan proyek Rusun milik polisi tersebut. 

Dugaan itu disampaikan seorang warga masyarakat Pasir Peti Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan Timur kepada media ini, setelah mengetahui jenis pasir yang digunakan pihak kontraktor untuk bahan bangunan proyek.
Pasir Bertumpuk di Pantai


" Kami melihat langsung bahan pasir yang mereka gunakan itu pasir laut. Dan kami tidak yakin jika Rencana Anggaran Biaya ( RAB)nya dalam kontrak memang pasir laut. Karena pasir itu tidak bagus untuk bahan bangunan, " ujar warga yang tak ingin disebutkan namanya ini pada Rabu (4/7/2018).

Dikatakan warga ini, dengan penggunaan pasir laut itu disinyalir  jika kontraktor ingin mengambil untung besar, sehingga mereka berani melawan resiko hukum.

" Mereka kita kira, sengaja mengganti spesifikasi demi mencari untung besar, sehingga sudah tak pikir kualitas bangunan dan resiko hukum yang menanti, " tambahnya lagi.

Menanggapi indikasi negatif itu, Hendra dari pihak kontraktor saat dihubungi membantahnya. Hendra mengaku pasir yang mereka gunakan bukan pasir laut, namun pasir yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan.

Hal yang sama disampaikan oleh Marlan Mujiono pelaksana lapangan PT. Putra Lingga saat dijumpai di pengerjaan proyek. Marlan mengaku tidak tahu terkait pasir laut atau bukan, namun ia menilai tidak mungkin perusahaannya akan menggunakan pasir laut.

" Saya baru 3 hari di sini, saya tidak tahu itu pasir laut atau bukan. Tapi tidak mungkinlah perusahaan gegabah menggunakan material, karena biasa kami menguji dulu setiap bahan yang akan digunakan, " ujarnya.

Sesuai data yang didapat, pengerjaan Rusun Polres Anambas di daerah Pasir Peti Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan Timur ini, menggunakan anggaran dari APBN sebesar Rp. 8.476.625.000 (8, 4 miliar lebih).

Tim Kejoranews
 
Top