{[["☆","★"]]}
Masyarakat Desa Airsena saat Mandi Bulan Lima
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : Tidak hanya umat muslim yang gembira atas perayaan Idul Fitri 1439 Hijriyah pada 15 Juni 2018 Tahun ini, ternyata lebaran ke 4 yang jatuh tepat pada tanggal 18 Juni Senin besok juga merupakan hari besar untuk masyarakat Desa Airsena dalam merayakan tradisi mandi bulan lima. Minggu (17/6/2018).

Senin 18 Juni 2018 bagi penanggalan Cina adalah tanggal 5 bulan 5 tahun tahun 2569, yang mana pada tiap tahunnya dirayakan oleh masyarakat Desa Airsena, Anambas yang mayoritas dari suku Tiong Hoa, Dayak dan Suku Laut beragama Khonghucu, Budha dan Katolik untuk melakukan mandi di laut, dengan tujuan untuk menolak bala atau bencana.
Masyarakat Desa Airsena saat Mandi Bulan Lima


Dodi salah seorang warga Desa Airsena mengatakan, tradisi mandi bulan 5 yang sudah turun temurun itu sangat dinantikan warga desa setiap tahunnya.  Karena sangat senangnya menunggu bulan ini, dikatakan Dodi di setiap perayaan penduduk desa biasanya 3 hari sebelum perayaan membuat makanan bakcang ( nasi dan lauk ikan dalam daun ) serta perlengkapan konsumsi lainnya.
 Bakcang


" Budget yang keluar sekitar Rp 1 jutaan untuk setiap keluarga.  Itu biaya membeli makanan bungkus daun bakcang, air kaleng, aqua, dan juga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan lain-lain. " Terangnya.

Ditambahkan Dodi, jika dihitung untuk kegiatan ini, pertahunnya biaya yang dikeluarkan warga Desa Airsena yang berjumlah sekitar 500 ribu jiwa adalah
 Rp 170 juta, dihitung dari 170 rumah penduduk dikalikan Rp 1 juta perumah.

Sementara itu, Rosihan Ketua Karang Taruna Airsena mengatakan, dalam kegiatan itu, sebelum hari H-2 warga biasanya sudah menginap di pulau-pulau yang akan dijadikan tempat mandi tolak bala tersebut.

Menurut kepercayaan orang Tiong Hoa dan suku laut Desa Airsena, pada bulan 5 setiap tahunnya adalah bergantinya Musim Ulu Timur ke Musim Ulu Selatan, sehingga waktu yang bagus untuk ke laut.

Dodi dan Rosihan berharap kegiatan mandi tolak bala yang dilakukan oleh  masyarakat Desa Airsena yang telah menjadi tradisi puluhan tahun ini, dapat dijaga oleh masyarakat dan didukung oleh pemerintah.

Lionardo
 
Top