{[["☆","★"]]}
Kapal Pelni KM. Bukit Raya
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Pasca lepas dari kandas di perairan Natuna minggu lalu, KM. Bukit Raya akhirnya Senin  (4/6/2018) kemarin, bertolak menuju Batam guna melakukan proses perbaikan lebih lanjut. 

Kepala Sahbandar Ranai, Liber melalui sambungan telepon mengatakan, keberangkatan menuju Batam yang dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB pagi itu tidak membawa penumpang, kecuali awak kapal. 

Hal ini dikarenakan kapal masih dalam proses perbaikan sehingga guna menghindari terjadi hal yang tidak diinginkan maka kapal belum dapat mengangkut penumpang.

“Kita tidak izin kan kapal bawa penumpang, meskipun banyak masyarakat yang ingin menumpang,  karena kapal bukan dalam agenda melayani penumpang, masih dalam proses perbaikan, dan akan dokking sementara untuk perbaikan lebih lanjut di Batam. Setelah itu baru akan mulai melayani penumpang,” jelas Liber, Selasa (5/6/2018).

Rencana awal kapal akan melakukan dokking di Lampung, namun mengingat jarak dan waktu, maka diputuskan dokking dilakukan di Batam.

Proses perbaikan di Batam diperkirakan akan memakan waktu lebih kurang selama seminggu, setelah itu kapal baru akan melayani arus mudik lebaran.

“Kita targetkan kapal masih bisa melayani mudik, walau waktunya mepet. Saat ini kita fokus pada perbaikan kapal dulu,” tambah Liber.

Terlepasnya Bukit raya dari Karang Ninih lokasi kandasnya kapal, disambut positif oleh masyarakat Natuna, yang selama ini memang mengandalkan Kapal Pelni buatan Jerman itu sebagai transportasi utama antar pulau selain kapal jenis perintis.

Seperti yang diungkapkan Cherman warga Kecamatan Serasan yang kerap menggunakan KM. Bukit Raya saat dari Serasan menuju Ranai, atau sebaliknya.

Diharapkan proses dokking kapal segera selesai, sehingga masyarakat Natuna dapat terlayani.

“Kami sangat senang mendengar Bukit Raya akhirnya bisa lepas dari karang Ninih. Semoga segera dapat berlayar kembali, seperti biasanya,” ujar Cherman, di Ranai.

Meskipun proses perbaikan kapal memakan waktu yang lebih lama daripada yang ditargetkan oleh pihak Pelni, namun setidaknya kapal itu saat ini sudah dapat lepas dari kandar yang menguruhnya selama lebih kurang 12 hari. 

Sementara itu guna mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang karena kandasnya kapal itu, pihak Pelni telah menyediakan kapal pengganti KM. Lawit dan 3 unit kapal perintis. Namun sejauh ini keberadaan kapal – kapal tersebut dinilai masih belum dapat memenuhi kebutuhan sarana transportasi antar pulau di Natuna.

Adw
 
Top