{[["☆","★"]]}
Ir. Fachrizal alias Ical Long Enon
ANAMBAS I KEJORANEWS.COM : 
Bermimpi besar, begitu kata-kata yang terucap dari Fachrizal alumni Universitas Islam Riau (UIR), Pekanbaru ini. Pria asli Terempak Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau ini, kini telah eksis di dunia perminyakan dan gas, mulai dari, indonesia, singapore, eropa Amerika Serikat hingga Mozambique Afrika.

Fachrizal yang biasa disapa dengan nama Ical Long Enon ini, merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara, putra dari pasangan Ibu Bidan Radja Zainun dan  Muchtar Yusuf asal Belibok, Terempa.

Dengan menyandang gelar Insinyur setelah ia menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Teknik Perminyakan di UIR Pekanbaru tahun 1992. kemudian ia mengawali karirnya sebagai production operator dan field engineer di salah satu perusahaan conoco di Natuna. Dari situ, ia banyak bergaul dengan orang-orang hebat lainnya. Sehingga Ical Long Enon banyak belajar dan mendapatkan motivasi diri untuk berani bermimpi dan memiliki nilai lebih dari orang lain.

“Dulu, saya hanya bermimpi menjadi field manajer saja. Tapi, bos saya kala itu mengatakan bahwa saya harus bermimpi besar. Jangan pedulikan perkataan orang yang menilai bahwa mimpi saya ketinggian sebagai alumni UIR, " ucap Fachrizal.

Menurut Ical, justru sebaliknya, mereka yang mencibir cita-citanya adalah merekalah yang terlalu kecil, mimpinya.

Keyakinan tersebut ternyata diiringinya pula dengan profesionalitas kerja yang tinggi dan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan. Sehingga  ia berhasil dipercayakan oleh  perusahaannya itu, menjadi salah seorang dari tiga orang yang berhasil mendapatkan kesempatan istimewa untuk dikirim ke Aberdeen Inggris UK guna memperlajari Project Supply Gas.

Sekitar 1.5 Tahun di sana ia kembali untuk membangun project pertama untuk pengiriman gas dari laut Natuna ke Singapore. Dirinya kemudian  dipindahkan oleh perusahaan ke Singapore agar bisa langsung mengontrol project tersebut. 

Seiring dengan berjalannya waktu, karirnya terus mengalami peningkatan. Ia sempat berpindah-pindah ke berbagai negara diutus  oleh perusahaan. Bahkan pernah bekerja perusahaan minyak di wilayah Equador dan Texas Amerika Serikat dan Mozambiq Afrika.

“Saya mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan perusahaan minyak di Amerika selatan dan Amerka serikat. Beberapa Tahun disana saya dipercaya sebagai Field Operation Suprintendent. Saya harus bolak-balik Amerika-Indonesia waktu itu. Karena Keluarga masih di Indonesia. Tapi karena kesempatan seperti itu juga merupakan kesempatan yang tidak bisa dirasakan semua orang,”lanjutnya.

Bukan hanya di level nasional, Fachrizal bahkan pernah dipercaya oleh perusahaan besar dari Eropa dan Amerika. Sepulangnya dari luar Negeri  tersebut. Tawaran lainnya pun datang dari tanah air. Di tanah air Indonesia ini, Ia pernah dipercaya menjadi Field Manajer, sampai akhirya, pada tahun 2016 lalu, ia diberikan kepercayaan penuh sebagai General Manager di salah satu perusahaan minyak.

Dengan kondisi harga minyak dunia yang masih belum stabil, dia malah mendapat tawaran di perusahaan minyak lainnya, dan kemudian, ia pindah ke Bunyu Tapa Energi dengan jabatan yang sama, yakni General Manager (GM).

Dengan posisi tertinggi diperusahaan itu, ical merasakan ada tantangan yang jelas. Jika biasanya ia berkutat di lapangan, kini ia di percaya untuk tak lagi harus turun langsung ke lapangan.
Ical mengatakan, bahwa apa yang ia capai saat ini, tak lain karena usaha, mimpi-mimpi yang disertai kerja keras. 

“ Saya tak pernah membayangkan akan diberikan kepercayaan penuh untuk menjalankan perusahaan perminyakan menjadi seorang GM, padahal untuk menjadi manajer saja saya sudah bersyukur,  " ucapnya. 

Ical berharap, pencapaiannya ini bisa memotivasi dan menginspirasi generasi muda Anambas dan alumni UIR khususnya agar jangan takut bermimpi.

“Kuncinya ada tiga, bermimpi besar, jadi yang berbeda dari yang lain dan bertanggung jawab, itu sangat penting di dunia pekerjaan,” jelasnya. 

Ical mengaku, Ia selalu berpesan agar 
potensi minyak di Riau bisa betul-betul dikelola dengan baik oleh pihak yang kompeten, dari mulai akademisi, pemerintah dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang  handal.

" Saat diundang oleh pihak UIR untuk menjadi motivator bagi mahasiswa dan para alumni lainnya. Saya pesan agar semua unsur bisa bersinergi mengelola minyak di Riau ini. Potensi kita sangat besar, mengapa kita tidak kelola sendiri. Negara lain saja bisa, kenapa kita tidak ? Saya yakin, jika semua pihak bersatu padu dan sadar akan kekayaan itu, masyarakat Riau akan sejahtera.  Jangan sampai kita yang seperti pepatah mengatakan Tikus Mati di ladang Gandum."  sambungnya.

Kedepan. Ia bermimpi untuk bisa menjadi owner perusahaan minyak. Ia bercita-cita untuk bisa memiliki ladang minyak sendiri, Fachrizal tak peduli jika ada yang mencibirnya. Justru sebaliknya, ia akan berusaha lebih keras untuk mewujudkan hal tersebut.

Lionardo
 
Top