{[["☆","★"]]}
Warga Palestina saat Melakukan Unjuk Rasa
GAZA I KEJORANEWS.COM : Israel kembali melakukan serangan udara terhadap warga Palestina, pada Sabtu dan Minggu (16-17) Juni 2018, saat masih dalam suasana lebaran Idul Fitri 1439 Hirjiyah ini.

Militer Israel mengatakan, pesawatnya pada Minggu (17/6/2018) menargetkan seorang tokoh terkemuka di balik peluncuran balon dan layang-layang ke Israel dari Jalur Gaza yang diblokade. 

Harian The Times of Israel mengatakan serangan udara itu adalah upaya untuk memperingatkan warga Gaza yang meluncurkan balon dan layang-layang ke Israel, yang telah menimbulkan kekhawatiran akan adanya ledakan balon di wilayah pendudukan.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengaku serangan udara itu menargetkan kendaraan pemimpin jaringan yang membuat layang-layang dan balon peledak. 

Pernyataan itu, tidak menyebutkan orang yang ditargetkan atau mengatakan jika ada yang terkena serangan udara. 

Sedangkan kantor berita Shehab Palestina, melaporkan bahwa serangan udara telah menyasar kendaraan kosong di luar sebuah masjid di pinggiran Shujai'yya di Gaza, Minggu pagi (17/6/2018).

Harian Israel mengatakan serangan itu mungkin dimaksudkan sebagai peringatan bahwa Tel Aviv mungkin mulai melakukan pembunuhan dari udara, termasuk terhadap orang-orang  yang tidak secara aktif mempersiapkan balon atau layang-layang untuk diluncurkan. 

Dalam beberapa hari terakhir, pesawat Israel menembaki para pengunjuk rasa di dekat pagar blokade yang memisahkan Gaza dengan wilayah pendudukan Israel.

Sejauh ini, penembak jitu dan pasukan khusus Israel telah menembak jatuh hampir 130 demonstran damai Palestina, hal itu memicu kecaman internasional atas penggunaan kekuatan yang tidak proporsional.

Para pejabat Israel mengklaim protes warga Palestina sebagai tindakan kriminal, dan mengklaim bahwa layang-layang dan balon yang diluncurkan oleh Palestina telah membakar ribuan hektar lahan pertanian, hutan dan cagar alam di daerah sekitar Jalur Gaza. 

Pada hari Sabtu (16/6/2018), militer Israel melakukan serangan pesawat tak berawak dekat penduduk Jalur Gaza yang diduga meluncurkan balon pembakar ke Israel. 

Dua orang terluka dalam serangan itu, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza. 

Ratusan demonstran Palestina kemudian berkumpul di pagar pada hari Jumat ( 15/6/2018), dalam aksi yang telah menjadi acara Mingguan sejak dimulainya protes pada 30 Maret 2018 lalu.

Sehari sebelumnya (14/6/2018), Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan seorang warga Palestina berusia 21 tahun yang ditembak oleh pasukan Israel di dekat pagar Gaza pekan sebelumnya telah meninggal, berujung pada 128 orang lainnya yang juga tewas dalam sebuah unjuk rasa.

Sumber: prestv.com
 
Top