{[["☆","★"]]}
H. Syamsirwan dan Agus Norman Sabran saat Meninjau Kapal yang Terbakar
LINGGA I KEJORA NEWS.COM : KM Parai Kapal Roll on Rolling off (Roro) PT. ASDP yang melayani rute pelayaran Pelabuhan Jagoh, Dabo ke Pelabuhan Penarik, Daek (PP) terbakar di pelabuhan ASDP Jagoh, Rabu sore (30/5/2018).

Belum diketahui apa penyebab dari kapal Roro ini terbakar,  sampai hari ini Kamis (31/5/2018) masih belum ada pernyataan resmi dari  pihak ASDP atau instansi terkait terhadap kepastian penyebab kebakaran kapal itu.

Agus Suryono penanggung jawab keberadaan kapal Parai menyebutkan, kapal tiba di pelabuhan ASDP Jagoh sekitar pukul 17.00 WIB setelah melayani rute Penarik-Jagoh.Karena ada kapal ASDP yang datang dan mau merapat ke pelabuhan ASDP Jagoh kemudian KM Parai bergeser ke pelabuhan umum Jagoh, dan saat itulah malapetaka kebakaran terjadi.

" Saat menjelang waktu berbuka puasa maka Anak Buah Kapal (ABK) kita sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk berbuka. Ada juga yang memperbaiki dinamo mesin kapal. Namun tiba-tiba terdengar teriakkan, kapal terbakar dan memang benar  muncul percikan api dari lantai dua kapal yang merupakan dek untuk penumpang, " terang Agus.

Menurut Agus, di dek kapal itu banyak baran -barang yang mudah terbakar, seperti, lifejaket dan bahan-bahan dari fiber. Sehingga api sangat mudah membesar. 

" Api baru dapat dimatikan sekira pukul 19.00 WIB., oleh petugas kebakaran yang dibantu warga." Jelas Agus.

Sementara H. Syamsirwan dan Agus Norman Sabran anggota DPRD Lingga yang meninjau kapal Roro KM Parai Rabu malam (30/5) mengatakan, musibah tersebut tidak bisa terelakkan dan karena kapal tersebut sangat berarti bagi masyarakat Lingga untuk penyeberangan Dabo- Daek, maka mereka mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan ( Dishub) Kab. Lingga.

"  Besok pagi mereka segera mendoking kapal KM Parai ini, " kata Syamsirwan.

Agus Norman Sabran menambahkan, mereka akan mengusahakan bahwa perbaikan kapal akan selesai sebelum lebaran.

" Sebelum lebaran kapal ini sudah dapat difungsikan kembali. Kalau kita lihat tadi hanya pada instalasi saja yang perlu pembenahan dan akan memakan waktu agak lama. Namun sudah kita perkirakan nanti 3- 7 hari rampung sudah, " jelasnya.

Selamat Sekretaris Dishub Lingga saat dihubungi melalui selulernya mengatakan, kejadian tersebut tidak ada memakan korban jiwa,hanya kerusakan material kapal saja.

" Kita sudah berkoordinasi dengan pihak ASDP pusat, besok ( 31/5 ) ada utusan mereka datang ke Lingga. Dan kita juga sudah sepakat bahwa pembetulan armada semuanya di lakukan di Lingga. Menurut perhitungan hanya memakan satu Menit, "  tegas Selamat.

Mardian
 
Top