{[["☆","★"]]}
Kepala Samsat Natuna Alpiuzamari
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Masih banyaknya kendaraan operasional milik Pemerintah Kabupaten Natuna atau Plat merah yang tidak membayar pajak diakui oleh Kepala Samsat Natuna Alpiuzamari.

Menurutnya perbandingan jumlah kendaraan itu dengan yang membayar pajak mencapai 50 persen. Alpiuzamari yang ditemui diruang kerjanya mengaku tidak mengerti sebabnya organisasi perangkat Daerah (OPD) terkait enggan membayar pajak kendaraan dinas.

Padahal anggaran untuk membayar pajak kendaraan dinas itu telah dimasukan dalam anggaran kegiatan setiap instansi.

"Setiap OPD punya kewajiban membayar pajak kendaraan dinas mereka, tapi ya mungkin karena malas, ditunda -tunda,akhirnya ya tidak terbayar," kata Alpi, Senin (7/5/2018).

Alasan klasik  yang menyebabkan OPD Natuna tidak membayarkan pajak kendaraan dinas, adalah hilangnya Surat Nomor Tanda Kendaraan- STNK , dan tidak mau ribet dengan urusan pajak.

Kendaraan plat merah yang banyak tidak membayar pajak diantaranya adalah Bus Angkutan Sekolah dan motor roda dua.

"Yang banyak tidak dibayar pajaknya itu ya bisa angkutan sekolah, juga sepeda motor, termasuk sepeda motor yang dipakai pemrintah Desa," tambah Alpi.

Permasalahan masih banyaknya kendaraan plat merah yang belum membayar pajak sebenarnya telah disampaikan oleh Samsat kepada bagian Aset daerah,  namun kata Alpiuzamari hingga saat ini bagian aset sendiri tidak ada reaksi terhadap hal tersebut.

Adw
 
Top