{[["☆","★"]]}
Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto saat Meninjau RS Terintegrasi Natuna di Lanud Raden Sadjad
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Bagian Kesehatan TNI Angkatan Udara saat ini tengah mengajukan untuk pembangunan Instalasi Pembuangan Limbah (IPAL) Rumah Sakit yang sesuai dengan standar bagi Rumah Sakit TNI terintegrasi yang berada di kawasan pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad.

Kepala Dinas kesehatan TNI AU, Dokter Didik Kristito,   di Ranai menyebutkan untuk saat ini fasilitas Ipal yang dimiliki oleh Rumah Sakit terintegrasi tersebut telah dibangun IPAL sederhana namun dapat dipergunakan dan memenuhi standar untuk pembuangan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

“ Yang ada sekarang masih IPAL sederhana, tapi sudah memenuhi standar untuk limbah B3, nanti akan datang IPAL yang lebih baik lagi, “ kata Dokter Didik, Rabu kemarin (25/4/2018).

Rumah Sakit terintegrasi adalah rumah sakit yang akan digunakan oleh 3 Angkatan , Darat Laut dan Udara, namun karena berada di wilayah TNI AU untuk susunan organisasi tetap berada di bawah TNI AU. Sementara itu fasilitas yang dimiliki oleh Ruumah Sakit tersebut sejauh ini masih BPK tingkat 1, hal ini menurut Dokter Didik , dikarenakan aturan untuk menjadi Rumah Sakit tingkat 4 masih belum turun dari panglima TNI.

“Kita masih menunggu itu, nantinya minimal kita akan dapat standar untuk Rumah Sakit tingkat 4 dari Kementrian kesehatan, “ tambahnya.

Rumah Sakit terintegrasi ini nantinya tidak hanya melayani anggota TNI dan keluarga, namun juga masyarakat sipil, termasuk  peserta BPJS. Sementara untuk penempatan tenaga dokter dan medis lainnya akan dilaksanakan secara bergiliran oleh 3 angkatan. Dokter Didik menambahkan, Rumah Sakit terintegrasi juga akan dilengkapi dokter spesialis minimal 2 orang.

Kedepan rencananya Rumah Sakit tersebut akan diberi nama rumah Sakit Bambang Suharyono, nama tersebut adalah nama dokter TNI AU yang pertama kali bertugas di Lanud Raden Sadjad, dahulu bernama Lanud Ranai, pada tahun 1976.

Adw
 
Top