{[["☆","★"]]}
Delegasi Iran Photo Bersama dengan Pejabat BP Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM : Delegasi Grup Iran dibawah koordinasi Economic Development Innovations Singapore (EDIS) mengunjungi BP Batam dalam rangkaian kunjungan studinya, pada hari Kamis (5/4/2018), bertempat di Marketing Center. 

Kunjungan studi ini dipusatkan di 3 wilayah penting bagi penyelesaian studi mereka, yakni China, Singapura dan Batam. Untuk kunjungan studi di Batam, mereka berfokus melakukan kunjungan ke Batamindo Industrial Park dan BP Batam.

Anggota 2 Yusmar Anggadinata didampingi Kabiro Pengembangan Manajemen Kinerja Purnomo Andiantono saat melepas rombongan Delegasi Iran

Rombongan yang hadir berjumlah 9 orang diantaranya dari Kementerian Informasi dan Teknologi Komunikasi Iran (Ministry of ICT), Isfahan Science & Technology Town (ISTT), dan Economic Development Innovations (EDI) Singapura. Menurut Mehdi Keshmiri selaku Presiden ISST, kunjungan ke Batam merupakan bagian penting untuk menyelesaikan proyek besar Kota Isfahan untuk membangun kawasan SEZ khusus Sains dan Teknologi Modern.

Isfahan Science & Technology Town (ISTT), sebagai organisasi perintis yang khusus mengembangkan kawasan Isfahan dengan kombinasi dari banyak Taman Iptek dan Teknologi, terletak di sebelah Universitas Teknologi Isfahan (IUT) di Utara Isfahan, IRAN. ISTT sedang menyiapkan daerah mereka menjadi Special Economic Zone atau SEZ. Isfahan sendiri merupakan daerah di Provinsi Isfahan, Iran yang potensial memiliki 35 Taman IPTEK (Sains Park) berdampingan dengan kota besar yang telah lebih dulu dikenal publik dengan kemajuannya yakni Teheran ibu kota Negara Iran, hal ini diibaratkan layaknya hubungan antara Singapura dan Batam.

Histori dan hubungan timbal balik antara Singapura dan Batam inilah yang membawa mereka hadir untuk belajar dari BP Batam terkait pengembangan kawasan Batam selama ini. 

“ Kami berharap bisa banyak belajar dari pengembangan Batam selama ini yang secara strategis berada di jalur yang menguntungkan, dengan lahan yang lebih luas namun harga lebih murah dan belajar bagaimana Batam menarik investasi yang ternyata justru tertinggi banyak datang dari Singapura (join venture),” ungkap Mehdi.

Selain itu mereka juga ingin mengetahui bagaimana BP Batam melakukan pengembangan dan pendekatan dalam hal kebijakan untuk menarik investor asing, seperti program i23j misalnya yang terdengar oleh mereka sebagai suatu kemudahan berinvestasi yang menarik bagi investor karena berkaitan dengan ketepatan, kecepatan dan kepastian berinvestasi di Batam.

Sementara itu, Anggota 2 / Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan Yusmar Anggadinata mengatakan BP Batam sangat terbuka dan menyambut baik kunjungan studi ini. Dirinya juga berharap BP Batam dapat belajar dari kelebihan informasi dan teknologi komunikasi Iran yang canggih untuk bisa mereformasi perizinan secara online dengan lebih baik.

Ditambahkan oleh Kepala Biro Pengembangan Manajemen Kinerja, Purnomo Andiantono (Andi), keistimewaan wilayah Batam yang berdekatan dengan Singapura mirip dengan Isfahan yang memanfaatkan kedekatannya dengan Teheran untuk bisa menarik investasi.

“ Mereka lihat Batam mirip dengan wilayah yang ingin mereka kembangan untuk Sains dan Teknologi yakni Isfahan, mereka belajar dari sisi bagaimana perizinan di Batam yang mudah dimana investor tidak perlu mengurus perizinan ke pusat Jakarta tapi cukup di BP Batam, dengan i23j 3 jam selesai dapat 8 perizinan, bagaimana iklim investasi dan dukungan sdm dari universitas dan politeknik, dan keunggulan lainnya, inilah yang mereka pelajari dari kita," kata Andi yang mendampingi Anggota 2.

Humas BP Batam

 
Top