{[["☆","★"]]}
Anggota Komisi II DPRD Batam bersama Sejumlah Wartawan
BATAM I KEJORANEWS.COM : Ingin mengetahui persediaan beras yang ada di gudang bulog saat ini, Komisi II DPRD Kota Batam inspeksi mendadak ( Sidak ) ke Gudang Bulog di kawasan Batu Ampar, pada Rabu (7/3/2018) siang.

Saat sidak ini, Komisi II DPRD Kota Batam menemukan adanya 800 ton beras Bulog dalam keadaan mutu rendah atau tidak layak kosumsi, karena  Kondisi beras tersebut terlihat berdebu, rapuh serta muncul kutu beras di antara butirannya.

Diketahui, Beras yang berasal dari Thailand ini, ternyata sudah mengendap di dalam gudang selama dua tahun.


Terkait hal itu, Kepala Gudang Supatno mengatakan, beras itu masih layak dikosumsi, ia juga menambahkan, kenapa menjadi turun mutu, dikarenakan sudah lama tidak di distribusi hingga berdebu dan menimbulkan kutu.

“Beras ini distribusi tahun 2016, namun beras itu masih layak konsumsi, kita pernah disurvei lembaga Scofindo, beras ini dinyatakan masih layak konsumsi,”ujar Supatno.

Anggota komisi II DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk berharap, agar Bulog dapat memenuhi kebutuhan beras untuk masyarakat Batam saat ini. Menurutnya warga Batam yang berjumlah 1,3 juta jiwa membutuhkan perbulannya, beras sebanyak 200 ton.

“Saya berharap bulog juga dapat memperhatikan hal ini, karena di Batam tidak ada petani yang menghasilkan beras, untuk itu Bulog harus meningkatkan kinerja agar mereka bisa menjamin 1,3 juta penduduk Kota Batam,”kata Dendis.

Tercatat stok beras ada di gudang bulog saat ini sebanyak 386 ton yang layak dikonsumsi, selebihnya terdapat 800 ton beras yang disinyalir tidak layak konsumsi.

Rdk
 
Top