{[["☆","★"]]}
Pangarmabar dan Jajaran 
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Dalam rangkaian kegiatannya di wilayah Armada Barat, Panglima Armada Barat(Pangarmabar) Laksamana Muda  Yudo Margono SE. MM sempat meninjau    Pusat komando Pengendalian (Puskodal), di Mako Lanal Ranai, Kamis (29/3/2018) malam.

Pada kesempatan itu, Pangarmabar juga sempat melakukan pertemuan bersama Danlanal Ranai, Letkol Laut (P) Harry Stiawan, Komandan KRI.Lemadang, Dan KRI  Alamang, Dan KRI Celurit ,Dan  KRI CND , beserta jajaran perwira staf Lanal Ranai.

Pangarmabar Disambut Tari Sambutan
Keberadaan Natuna yang saat ini menjadi perhatian utama dunia Internasional harus menjadi  perhatian utama   Pangkalan TNI AL Ranai. Dalam hal ini Lanal Ranai tidak boleh terlena dengan kondisi yang saat ini dinilai kondusif. Karen dapat saja bahaya atau gangguan datang tanpa diduga.

Terkait dengan letak Natuna yang berbatasan  langsung dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia hingga kini  masih maak dengan pencurian ikan.  Keberadaan Natuna yang memiliki letak strategis ini juga mengundang  respon dari Panglima TNI untuk melihat secara langsung seberapa tinggi tingkat kerawanan  perairan Natuna.

Pangarmabar saat Kunjungan dan Dilaog

Pangarmabar mengakui bila  dilaut lepas (perbatasan perairan Natuna Utara) banyak sekali aktivitas  pengambilan ikan (illegal fishing) namun selama ini kegiatan itu tidak masuk dalam wilayah ZEEI akan tetapi masih berada dalam wilayah yang belum diputuskan  tentang batas wilayah antara Indonesia dan Vietnam.

“ Sesungguhnya Kapal Ikan Asing (KIA) yang melakukan penangkapan ikan diwilayah yang belum disetujui oleh kedua negara tersebut, boleh dilakukan tindakan Penghentian , Pemeriksaan, Penahanan (Henrikan),” kata Pangarmbar.

Pada kesempatan itu, Pangarmabar juga menyinggung posisi pulau Sekatung sebagai salah satu pulau terluar. Menurutnya  pengamanan dipulau itu harus jelas tugas dan tanggung jawabnya, agar kedepan tidak akan diganggu gugat atau dikuasai oleh pihak asing.

“Satgas Sekatung memang merupakan program Mabes TNI, namun berada di wilayah Koarmabar,,termasuk Posal Pulau Laut juga harus diperhatikan, karena sejatinya merupakan  perpanjangan Puldata Intelejen dan Pormar,” tambah Laksda Yudo Margono.

Pangarmabar menekankan perlunya menjaga hubungan baik antara TNI AL dengan  rakyat. Karena keberadaan tim Potmar harus diakui oleh masyarakat didaerah bersangkutan.  Pangarmabar juga minta agar  Lanal turut memaksimalkan patroli dengan KAL  dan Posal yang ada. Oleh karenanya Komandan Pangkalan Angkatan Laut  Ranai memiliki tanggung jawab meningkatkan pembinaan kemampuan intelejen  dan pengamatan wilayah , terhadap personil di  setiap Posal.

“Memperbaiki sistem kerja Posal agar  terarah dan tidak arogan, merupakan tanggung jawab dari Danlanal,” ujar Pangarmabar.

Pada akhir arahanya, Pangarmabar berpesan kepada jajaran TNI AL yang hadir untuk  meningkatkan kinerja disetiap sektor sesuai tupoksi serta tetap saling berkoordinasi. Selain itu, Panglima juga minta kepada Asops Pngarmabar, agar menambahkan personil Lanal ranai. Para Komandan KRI yang hadir  juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam patroli, dengan meningkatkan naluri  kecurigaan, dan naluri tempur,juga memperketat pengawasan dan monitoring kontak – kontak yang ada dilaut.

Usai pengarahan, pangarmabar beserta rombongan bertolak menuju Faslabuh TNI AL di Pelabuhan Selat Lampa, dan bertolak menuju Lanal tarempa pada pukul 02.00 Wib , Jum’at (30/3/2018) dinihari.

 
Top