{[["☆","★"]]}
Bupati Hamid Rizal saat Menutup Musrenbang
NATUNA I KEJORANEWS.COM: Besar kecilnya anggaran menjadi penentu suksesnya sebuah pembangunan. Namun hal tersebut bukanlah penentu utama keberhasilan sebuah program pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal saat menutup Musrenbang Kabupaten Natuna di Gedung Sriserindit Ranai, Rabu (14/3/2018) siang mengungkapkan, yang terpenting dalam sebuah pembangunan adalah perencanaan yang baik dan matang.

Bupati Natuna dan Narasumber
Oleh karenanya dalam membuat sebuah rencana pembangunan jangka panjang harus dibuat dengan matang agar dapat berdaya guna. Hal itu dikatakan bupati tentunya tidak terlepas dari banyaknya kegiatan pembangunan di natuna yang akhirnya terbengkalai dan tidak dilanjutkan dikarenakan perenanaan yang kurang matang.

Bupati Natuna, Hamid Rizal menambahkan dengan berakhir Musrenbang ini serta menyepakati program-program yang menjadi unggulan untuk di lakukan dan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.

Peserta Musrenbang

"Untuk program yang belum diakomodir agar segera masuk dalam RKPD tahun berikutnya," kata Hamid Rizal. Ia berharap seluruh OPD untuk bekerja lebih baik dan terarah agar Natuna lebih baik lagi.

Salah satu dapat dilihat dari beberapa kegiatan pembangunan yang tidak dilanjutkan karena terkendala masalah pendanaan, seperti pasar modern dan gedung DPRD Natuna yang tealh 2 tahun mangkrak.

Pada kesempatan itu kepala daerah Natuna ini juga menitipkan pesan kepada seluruh Aparatur Sipil negara- ASN kabupaten Natuna  agar bekerja serius dan sebaik mungkin .


 "Musrenbang ini merupakan cerminan bagi kwalitas kerja aparatur pemerintah kepada masyarakat. Maka dari itu mari kita bekerja lebih bak dan lebih maksimal untuk menuju Natuna lebih maju," tutupnya.

Adapun hasil kesepakatan Pembangunan Daerah Natuna yaitu pengembangan dan penguatan potensi ekonomi daerah, peningkatan kwalitas dan pengelolaan lingkungan hidup, pemerataan dan peningkatan kwalitas pelayanan pendidikan.

Kemudian peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan dan perluasan kesempatan kerja, percepatan pengentasan kemiskinan, pengembangan ekonomi kerakyatan, agribisnis, peningkatan kawasan terisolir, peningkatan akses ke kawasan ekonomi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pengedalian dan evaluasi pembangunan daerah Natuna.

Selanjutnya menyepakati rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Natuna tahun 2019 yang terdiri dari 215 program dan 1.035 kegiatan dengan total dana yang dibutuhkan sebesar Rp 4.574 triliun yang bersumber dari dana APBD Natuna, dengan rincian Bidang Sosial dan Budaya sebesar Rp 556 Miliar dengan 65 program dan 386 kegiatan, Bidang Ekonomi sebesar Rp 312 Miliar dengan 50 program dan 223 kegiatan, Bidang Pemerintah sebesar Rp 173 Miliar dengan 49 program dan 247 kegiatan dan terakhir Bidang Infrastruktur dan pengembangan wilayah sebesar Rp 3.532 triliun dengan 51 Program dan 179 kegiatan.Sedangkan dana APBD Provinsi Kepri tahun 2019 Kabupten Natuna mengusulkan 336 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 1.383 trilun.

Adw
 
Top