{[["☆","★"]]}
Bupati Lingga, H. Alias Wello
LINGGA I KEJORANEWS.COM : Alias Wello Bupati Lingga memastikan investasi pembangunan Semelter bauksit di Kabupaten Lingga akan segera dilakukan usai pengesahan revisi Peraturan Daerah (Perda) RT/RW Tahun ini. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat atas janji pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian dan juga untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Lingga.

" Saya optimis Bulan Agustus nanti, komitmen kita pastikan itu usai pengesahan revisi Ranperda RT/RW," kata Alias Wello menjawab pertanyaan wartawan terkait kapan rencana di mulainya proyek pembangunan Semelter Alumina yang sempat terkendala rencana tata ruang dan wilayah dari salah satu investor dari negeri Tiongkok PT Shaanxi Youser Indonesia.

Sementara itu Direktur PT Shannxi Youser Indonesia, Steven Ugo, usai presentasi di hadapan pemerintah Kabupaten Lingga dan DPRD Lingga mengatakan, pembangunan Semelter Alumina  sebenarnya sudah di rencanakan setahun yang lalu.Namun proyek besar yang menelan anggaran triliunan rupiah ini hampir batal dilaksanakan karena terbentur oleh peraturan daerah tentang RT/RW.

" Kita sebenarnya sudah mau bangun tahun lalu, namun karena terbentur aturan tata ruang, jadi kita menunggu lah.Kemudian bapak Bupati kita kasih kabar kalau tahun ini bisa.Makanya kita maju lagi," kata dia menjelaskan, Rabu(14/03/2018)

Dipaparkannya untuk pembangunan sebuah semelter lengkap dengan fasilitas pendukung di Indonesia diperlukan waktu sekitar 3 tahun. Sementara itu di wilayah negara asalnya, hanya diperlukan waktu satu tahun pekerjaan.

" Rencananya nanti sesuai permintaan kita akan bangun di daerah Tanjung keruing. Dekat dengan pantai agar memudahkan tranportasi ," tambahnya.

Untuk memuluskan dan juga mendukung langkah ivestasi pembangunan Semelter Alumina ini, pihak perusahaan PT Shaanxi Youser Indonesia juga akan membangun pembangkit listrik berkekuatan 150 megawatt, yang nanti kelebihan dayanya juga bisa di nikmati oleh masyarakat.

" Kita bangun pembangkit listrik nanti 150 Megawatt, kelebihanya nanti bisa juga dinikmati oleh masyarakat banyak," ungkapnya.

Sejarah pengelolaan alumina oleh PT Shaanxi Youser Indonesia di negeri asalnya RRC sudah berlangsung lama. Mulanya mereka mengolah Bauksit menjadi Alumina dengan sistem tambang bawah tanah. Setelah sukses di tempat asalnya, mereka kemudian mengembangkan investasi di berbagai negara termasuk Indonesia.

Mardian
 
Top