{[["☆","★"]]}
Pelaku dibawa polisi
LINGGA I KEJORANEWS.COM : Seorang karyawan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) di Bandara Dabo, nekat ingin mengakhiri hidupnya dengan memanjat tower lampu suar bandara tersebut. Sabtu (31/3/2018).

Karyawan yang bernama Abdal asal Lampung, yang diduga depresi tersebut berada di atas tower lampu suar bandara sekitar 7 jam mulai dari jam 6.30 Wib sampai dengan jam 13.25 Wib.

Pria yang biasanya bertugas memperbaiki lampu suar yang dipanjat itu, turun setelah dirayu oleh sejumlah kerabat dekatnya yang datang bersama polisi dan petugas pemadam kebakaran.

Kasat Reskrime Polres Lingga AKP Suharnoko menuturkan, pelaku melakukan tindakan tersebut diduga depresi karena tidak betah kerja di Airnav Dabo.

" Dia turun sendiri karena dibujuk oleh semua orang dekatnya dan juga kita dari pihak Polres lingga serta pihak Damkar kabupaten Lingga sudah mempersiapkan antisipasi dengan menyiapkan jaring dan matras di bawah tower untuk antisipasi jika si Abdal nekad terjun. Dia memanjat tower ini di perkirakan dari jam 6.30 tadi pagi dan baru turun jam 13.25 ini," ujar AKP Suharnoko.

Dari sumber yang namanya tidak mau di sebutkan mengatakan, Abdal, pria asal Lampung itu keluarganya berada di Jambi. Menurutnya pria terdebut memang yang ditugaskan di airnav Bandara Dabo. Dikatakannya memang belakangan ini, pria tersebut selalu menunjukkan tingkah aneh memanjat tower namun masih mau turun setelah dibujuk.

" Semalam ( 30/3/2018) dia  sudah memanjat dan membetulkan lampu suar dan penangkal petir itu, namun dia turun. tapi hari ini dia naik lagi, terus tidak mau turun," ujarnya Sabtu (31/3/2018).

Kepala Bandara Dabo Andi yang saat ini lagi sedang dinas luar mengatakan, dirinya telah mendapatkan informasi tersebut, mengenai pegawai Airnav yang tidak mau turun dari tower suar, sehingga pihaknya menghubungi Tim Avsec bandara.

" Sebelumnya kita sudah dan terus melakukan upaya merayu agar yang bersangkutan mau turun tapi tetap tidak mau. Akhirnya Tim Avsec mengambil langkah melapor ke polisi," papar andi melalui whatsapp nya.

Andi menambahkan, pelaku bukan pengawai bandara tapi pengawai airnav.

" Itu pegawai airnav bukan pegawai bandara Dabo, maksudnya pengawai airnav dan pengawai bandara itu berbeda kantornya.alat yg dinaikin juga alatnya airnav,bukan alatnya bandara," tambah Andi.

Terkait kejadian itu, Andi berharap pihak pers menanyakan detail infonya ke pihak Airnav.

" Saya ngak kenal beliau itu, nanti saya tanya ke kantor.tapi mungkin lebih pas bisa ketemu sama manager Airnav Dabo saja, karena beliau sebagai pimpinannya Airnav. Kita dari Bandara Babo nggak berwenang memberi statement menyangkut hal ini." Jelas Andi. 

Sementara dari para awak media mengeluhkan sikap sekuriti Bandara Babo yang tidak mengizinkan para awak media untuk meliput masuk ke lokasi bandara tempat kejadian. Awak pers baru diizinkan masuk setelah korban turun.

Mardian
 
Top