{[["☆","★"]]}
The file photo taken by the US Air Force Central Command
shows a pair of F-15E warplanes flying over northern Iraq
 afterconducting airstrikes in Syria. (Via AFP)  
SURIAH I KEJORANEWS.COM : Rusia mengatakan sebuah serangan AS baru-baru ini terhadap pasukan Damaskus membuktikan bahwa Washington tidak benar-benar berperang melawan Daesh/ ISIS melainkan berusaha untuk menjarah aset ekonomi Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis (8/2/2018), bahwa serangan AS "sekali lagi menunjukkan bahwa AS mempertahankan keberadaan ilegalnya di Suriah untuk tidak melawan kelompok Daesh atau ISIS, namun untuk merebut dan merampok aset ekonomi Suriah."

Militer AS mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya telah membunuh setidaknya 100 pejuang pro-Damaskus diduga untuk menangkis serangan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di provinsi Dayr al-Zawr, Suriah timur.

Kantor berita resmi Suriah SANA menggambarkan "agresi" AS sebagai "upaya untuk mendukung terorisme."

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukan Suriah melakukan operasi anti-Daesh/ ISIS di dekat kilang minyak al-Isba di Dayr al Zawr saat mereka menjadi sasaran pesawat AS.

AS dan sekutu-sekutunya mendukung militan yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah Suriah. Mereka juga telah membombardir apa yang mereka sebut posisi Daesh/ ISIS di Suriah sejak September 2014 tanpa ada otorisasi dari pemerintah Damaskus atau sebuah mandat PBB.

Namun, serangan tersebut sering menimbulkan korban sipil dan gagal memenuhi tujuan mereka untuk melawan terorisme.

Zakharova : Zona aman AS digunakan oleh Daesh/ ISIS

Pada hari Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan kepada wartawan di Moskow bahwa "sebuah zona seluas 55 kilometer secara sepihak diciptakan oleh orang Amerika di sekitar pangkalan militer mereka" di dekat kota Al-Tanf, Suriah bagian tenggara, hal itu memberi kesempatan kepada  elemen Daesh/ ISIS untuk bersembunyi, berkumpul kembali dan menyiapkan serangan baru kepada pemerintah resmi Suriah.

Dia mengatakan bahwa kehadiran AS tetap "merupakan tantangan serius untuk mempromosikan perdamaian di Suriah dan melindungi kesatuan dan integritas teritorialnya."

"Beberapa pemain eksternal berpengaruh,  tampaknya tidak menggunakan peluang yang mereka miliki untuk mempromosikan penyelesaian politik di Suriah dan memfasilitasi penghapusan teroris di tanah Suriah," Zakharova menambahkan.

Rusia mencoba mengidentifikasi produsen senjata

Diplomat Rusia tersebut selanjutnya merujuk pada perusakan jet tempur Rusia di provinsi Suriah barat daya Idlib yang dilakukan oleh pemberontak, Sabtu. Pesawat itu terkena proyektil yang ditembakkan dari anti-pesawat terbang yang dikenal sebagai MANPAD.

Dia mengatakan bahwa sebuah tes sedang dilakukan untuk mengidentifikasi produsen sistem yang menenggelamkan jet tersebut, dengan menekankan bahwa senjata semacam itu tidak dapat jatuh ke tangan teroris "kecuali jika mereka mendapat dukungan luar biasa yang serius."

sumber: presstv.com
 
Top