{[["☆","★"]]}
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun Mengangkat Plakat PGRI
BATAM I KEJORANEWS.COM : Gubernur Kepri H Nurdin Basirun meminta setiap guru  harus terus berinovasi dan berbenah meningkatkan kualitasnya  agar  tidak ketinggalan zaman. Sebab salah satu penentu meningkatnya mutu pendidikan adalah kualitas gurunya.

“Karena itu, etos  kerja setiap guru harus diperbaiki guna mencapai perubahan ke arah lebih baik. Kalau tak ada etos dan semangat kerja jangan harap bisa mencapai perubahan. Etos kerja harus dibangun secara bersama. Etos kerja itu juga nantinya yang digunakan dalam melawan kemiskinan dan kebodohan,” kata Nurdin di hadapan ribuan guru dari seluruh Indonesia pada  Pembukaan Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) ke-5 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Ballroom Hotel Pacific, Kota Batam, Jumat (2/2/2018).

Tidak itu saja, kata Nurdin, kemampuan kompetensi guru juga harus diperbaiki di samping perbaikan dalam bidang  kesejahteraan. Ke depan, guru tidak lagi harus berhenti dalam pendidikan strata satu tetapi harus lebih dan bahkan strata tiga

“Pemprov Kepri sangat fokus dalam program penurunan angka kemiskinan dan kebodohan. Musuh kita yang paling utama saat ini adalah kemiskinan dan kebodohan itu. Maka, guru sebagai garda terdepan saya harap bisa membantu pemerintah dalam menuntaskan musuh bersama kita ini. Terus belajar. Tingkatkan pendidikan kompetensi” pinta Nurdin.

Nurdin berharap Konkernas dapat menghasilkan  terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi yang bisa membantu pemerintah dalam pembangunan dan mensejahterakan masyarakat.

Sementara pada kesempatan yang sama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta setiap guru harus punya  impian untuk menyusun gagasan-gagasan  dan konsepsi untuk  kemajuan bangsa. Mendagri mengatakan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan makin besar terutama tentang radikalisme dan teroris. Guru merupakan orang paling terdepan dalam  mengemban tanggungjawab untuk mengatasi ancaman itu.

“Guru merupakan garda terdepan dalam mengamalkan dan mengamankan Pancasila.  Menjaga kedaulatan dan ideologi negara. Ajaran-ajaran guru harus bisa sampai dengan baik kepada anak-anak didiknya sehingga bisa menghasilkan penerus bangsa yang tangguh yang tidak mudah terprovokasi dan tersusupi oleh ideologi apapun,” tegas Tjahjo.

Ketua Umum PGRI Pusat Unifah Rosyidi menyampaikan berbagai  harapan PGRI terhadap persoalan Guru. Unifah berharap seluruh instruksi Presiden Joko Widodo untuk guru seperti tidak membebani guru dengan beban administrasi,  tunjangan profesi yang tepat waktu, serta  rekutment PNS untuk mengatasi kekurangan guru dari tenaga honorer dapat segera direalisasikan.

“Kami para guru yang tergabung dalam PGRI terpanggil mencari solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini telah menjadi tanggung jawab guru juga di seluruh Indonesia. Semoga pemerintah segera terealisasikan seluruh  instruksi  Presiden RI untuk pada guru,” ujar Unifah.

Konkernas V kali ini mengambil tema“Membangkitkan Kesadaran Kolektif PGRI dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja Untuk Pendidikan Bermutu”, berlangsung hingga 4 Februari 2018 di Batam.

Konkernas PGRI pertama kali digelar pada Tahun 2014 di Surabaya Jawa Timur, Konkernas PGRI kedua digelar pada Tahun 2015 di Padang Sumatera Barat, Konkernas PGRI ketiga digelar pada tahun 2016 di Ambon Maluku, Konkernas PGRI keempat digelar pada tahun 2017 di Medan Sumatera Utara.

Turut hadir pada kesempatan itu Anggota DPR RI Dapil Kepri Nyat Kadir, Anggota DPD RI Dapil Kepri Hardi S Hood, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI R.  Suyatno, Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Yan Fitri Halimasyah, Anggota DPRD Kepri Sarafudin Aluan dan  dr. Yusrizal,Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi, Ketua PGRI Kepri Dadang AG, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal, Kepala Kantor Kemenag Kota Batam Erizal, Mantan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2013-2018 Lis Darmansyah dan Syahrul, Para Ketua PGRI se Indonesia.

(Umil/Humas)
 
Top