{[["☆","★"]]}
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, CEO Ctitramas Group, Kris Wiluan
Deputi II Bp Batam, Yusmar Anggadinata, dan Shoeb Kagda saat Konferensi Pers
BATAM I KEJORANEWS.COM : Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan Batam masih memiliki potensi yang besar untuk investasi karena letaknya yang strategis dan  infrastruktur yang dimilikinya. Hal tersebut disampaikannya dalam Batam Economic Forum yang digelar di Radisson Golf & Convention Center Batam, Selasa (27/2/2018).

Lukita menyebutkan, Batam berada di Selat Melaka sehingga sangat strategis. Hampir 70.000 kapal menyeberangi Selat Malaka setiap hari. Ini hampir tiga kali lipat dari Terusan Panama dan juga dua kali lipat Terusan Suez. Terletak di daerah yang sangat dinamis, dekat dengan Singapura dan Johor. 


Founder dan CEO IEF, Shoeb Kagda dan IEF Adviser, HR Amos
" Dengan lokasi yang strategis ini, saya yakin Batam masih memiliki potensi tinggi untuk tumbuh di masa depan seperti di masa lalu ketika ekonomi Batam tumbuh lebih tinggi daripada ekonomi nasional.” ujarnya.

Sedangkan terkait Dengan potensinya, lokasi strategis dan infrastruktur yang dimiliki Batam, ditambah adanya kawasan-kawasan industri, galangan-galangan kapal dan industri berteknologi tinggi seperti elektronika yang sudah beroperasi di Batam, dan layanan yang baik dan insentif yang memadai sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas maka Perekonomian Batam bisa kembali tumbuh seperti kejayaannya dimasa lalu.

“ Kami mendorong pembangunan pusat logistik regional, industri pariwisata dan juga pengembangan fasilitas MRO (Maintenance Repair And Overhaul), dan pengembangan ekonomi digital. Batam mempunyai kelebihan dibanding tempat-tempat lain di kawasan karena memiliki lokasi pelabuhan dan bandara yang berdekatan, sehingga sangat cocok untuk pengembangan pusat logistik yang efisien.” jelasnya.

Narasumber dalam Batam Economic Forum

Selain infrastruktur yang sudah ada tersebut, dirinya mengaku, BP Batam akan segera mengembangkan atau mengupgrade pelabuhan Batu Ampar, serta membangun pelabuhan Tanjung Sauh menjadi pelabuhan yang besar bersama-sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

" Kita akan membangun Tanjung Sauh menjadi Pelabuhan yang besa, Untuk menangkap peluang perdagangan yang sangat besar di Selat Malaka. dan Pengelolaan Tanjung Sauh nantinya kami sama-sama dengan Pemko Batam dan Pemerintah Pemprov. Kepri." terang Lukita.

Sementara itu, HR Amos, Chairman HRA Group dan Adviser Indonesia Economic Forum (IEF) disela kegiatan menyampaikan ke media ini, bahwa digelarnya kegiatan di Batam  agar investor -investor luar Batam baik luar negeri maupun dalam negeri dapat mengetahui potensi Batam.


Suasana Batam Economic Forum
" Dari forum di Batam ini  diharapkan teman-teman investor dapat mengetahui informasi tentang Batam, terkait perizinannya bagimana, dan hal-hal lainnya. Karena selama ini mereka di luar tahunya ada Pemko ada BP Batam dan perizinan ribet. Itu informasi yang mungkin mereka dapatkan dari teman-teman mereka di luar sana. Tapi dengan adanya acara ini mereka bisa bertanya langsung dan mendapatkan informasi yang jelas, sekaligus dapat masuk ke Batam. Intinya mereka mau masuk dulu, kalau mereka sudah masuk dan paham tentang Batam maka otomatis mereka akan tertarik dengan sendirinya untuk berinvestasi. Intinya kita IEF membantu mereka" ujar HR Amos.

Ia menambahkan, Batam tidak hanya bisa mengandalkan mengenai adanya minyak dan gas, laut yang dalam untuk shipyard serta adanya pelabuhan dan tempat-tempat wisata, namun pemerintah juga harus bersatu dan mengajak para investor untuk masuk ke Batam.

Kegiatan Batam Economic Forum yang diadakan oleh BP Batam bersama dengan Indonesia Economic Forum (IEF) ini, diisi oleh sejumlah narasumber diantarannya, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, perwakilan dari Menko Perekonomian, Rudi Solahudin, Chairman ICT Council, Ilham Habibi, Chairman and CEO Citramas Group, Kris Wiluan, Founder and CEO IEF, Shoeb Kagda, Indonesia Property Forum, Sachin Gopalan, serta sejumlah Muspida Kepri, dan para investor lokal dan luar Batam.

Pada kesempatan yang sama, dalam acara Kepala BP Batam turut menandatangani kerjasama dengan 4 investor yang menanamkan modalnya di Batam dengan total kurang lebih Rp 2 Triliun.

Rdk
 
Top