{[["☆","★"]]}
Ketua FKM Kepri Rizki Firmanda dan FKM Kota Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM: Meski sudah ditetapkan melalui rapat Paripurna DPRD Kepri beberapa waktu lalu, dan sudah disampaikan ke Mendagri untuk segera di SK-kan. Namun Isdianto tidak juga lekas dilantik karena terjadi penolakan dari berbagai pihak. Rabu (14/2/2018).

Rizki Firmandara
Atas realitas politik itu, Forum Kepemimpinan Mahasiswa (FKM) Kepri mendesak penetapan Isdianto dibatalkan, kemudian dilakukan pengusulan ulang dari  partai pengusung (kocok ulang), dan penetapan ulang.

Meski menurutnya butuh waktu, namun langkah ini jauh lebih baik dari pada memaksakan sistem cepat, tapi rawan gugatan. Karena tidak mustahil akan muncul gugatan baru ketika Isdianto dilantik, karena dari awal sistem calon tunggal melanggar peraturan yang berlaku. 

"FKM mendesak penetapan Cawagub Kepri dikocok ulang. Kalau dipaksakan rawan gugatan," ungkap Ketua FKM Kepri, Rizki Firmanda ke awak media, Selasa (13/2).

Menurutnya, jika tidak dikocok ulang (istilah Rizki), besar kemungkinan Isdianto tidak akan dilantik hingga masa jabatan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun berakhir pada tahun 2021 mendatang. 

"Kalau tidak ada Wagub hingga jabatan Gubernur berakhir, ini menjadi kerugian besar masyarakat Kepri, karena kuantitas akan menentukan kualitas pembangunan," jelas aktivis Mahasiswa dan Pemuda Kepri  ini.

FKM menilai, salah satu faktor perlambatan pembangunan Kepri, karena tidak adanya Wakil Gubernur yang dapat membantu tugas-tugas Gubernur selama ini. 

Ditambah lagi polemik penetapan valon tunggal Cawagub Kepri telah menyebabkan terjadinya perdebatan panjang, yang menguras energi berbagai elemen di Kepri. 

Karena polemik itu juga, FKM Kepri telah  menjumpai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan menyampaikan realitas yang terjadi di Kepri, sekaligus mengusulkan sejumlah opsi untuk percepatan pembangunan Kepri.

Rdk

 
Top