{[["☆","★"]]}
Razia Pol PP Natuna
NATUNA I KEJORANEWS.COM : upaya meminimalisir terjadinya Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kabupaten Natuna, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Natuna, Selasa (23/1/2018) malam menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah Hotel dan Penginapan dan Kos-kosan di sekitar Kecamatan Bunguran Timur.

Operasi Pekat (OP) yang dipimpin oleh Kasi Penegak Perda, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Natuna, Hamid Hasnan, S.Pd.MA itu, dimulai pada pukul 01.00 Wib dini hari.

Razia 
Dalam kegiatan itu 10 Pasangan yang tak sah (bukan muhrimnya) terciduk disejumlah lokasi penginapan disekitar Kota Ranai.

Saat dijumpai dilokasi OP, Hamid Hasnan mengatakan, tujuan dilaksanakn operasi pekat ini digelar dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan pemberantasan penyakit masyarakat guna menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di semua wilayah Kabupaten Natuna.

Sepasang Kekasih yg Terjaring
“Ini merupakan razia penertiban umum dalam operasi Pekat yang kita gelar. Operasi ini dilakukan dalam rangka membersihkan Kabupaten Natuna dari berbagai penyakit masyarakat, mewujudkan daerah ini bersih dari segala maksiat. Operasi ini akan terus digelar secara rutin dan berkesinambungan,”kata Hamid.

Dalam kegiatan ini, berhasil diamankan dan terjaring petugas Satpol PP, sebanyak 10 pasangan tanpa status, karena bersifat sosialisasi penegakan Perda melakukan pendataan. Namun, apabila masih kedapatan melakukan dan tidak membawa kartu pengenal maka pihaknya akan memberikan sanksi.

“Kita masih mendata mereka dan apabila masih kedapatan akan kita bawa ke kantor Satpol PP untuk diproses lebih lanjut,”ucap Hamid.

Dijelaskan Hamid, dalam waktu dekat Satpol PP akan mengirimkan surat pemanggilan pemilik hotel/penginapan dan kos-kosan, agar lebih diperketat aturan untuk pengunjung dan penyewa kamar. Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera kepada pemilik.

“Kalau tidak ada halangan, hari kamis ini kita akan mengirimkan surat pemanggilan untuk pemilik penginapan atau kos-kosn, yang selalu dibiarkan saja tamu – tamu melakukan kumpul kebo. Hal ini akan kita tindak tegas, agar mereka membuat aturan kedepannya,”jelasnya.

Dari pantauan media, suarakepri.com, pasangan wanita yang terjaring operasi pekat rata-rata anak daerah yang putus sekolah dan pengangguran. Sedangkan pasangan pria ada dari swasta, kontraktor sampai kepada perangkat desa.

Hamid Hasnan mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Natuna agar dapat bersama-sama menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif dan pemberantasan penyakit masyarakat yang dikenal daerah beragama, beradat dan berbudaya.

Adw
 
Top