{[["☆","★"]]}
Menteri KKP Susi Pudjiastuti saat di Selat Lampa
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Senin (29/1/2018) siang, melakukan peninjauan ke lokasi Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa Kabupaten Natuna yang saat ini proses pembangunannya sudah hampir selesai. 

Dalam Agenda kunjungan Menteri Susi Pudjiastuti beserta rombongan para Pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP, Menteri Susi melakukan peninjauan pada bangunan Integrated Coldstorage System (ICS) Unit pengolahan ikan serta tempat Pelelangan Ikan di SKPT Natuna di Selat Lampa.

Menteri Susi dan Rombongan Melihat
Kondisi Ikan di Boks Es
"Kalau Saya lihat Pelabuhan SKPT Natuna ini sudah tinggal beres-beres dan memperbanyak nelayan saja, selanjutnya tinggal menghadap Bapak Presiden Joko Widodo untuk melaporkan bahwa SKPT disini tinggal diresmikan," tutur Menteri Susi Pudjiastuti dalam jumpa pers bersama awak media di Pelabuhan SKPT Natuna, Senin (29/1/2018) siang. 

Selain itu dalam agenda kunjungan tersebut Menteri Susi Pudjiastuti juga melihat secara langsung proses pengemasan ikan untuk di ekspor keluar daerah serta kondisi ikan di dalam ruang Coldstorage yang dibekukan sebelum diekspor keluar.

Rombongan KKP dan Muspida
"Ekspor ikan disini juga sudah mulai jalan terutama untuk ikan beku yang sudah didinginkan, kalo Saya pikir, kalo bisa melakukan Ekspor ikan segar (fresh) kan lebih bagus, bisa dijual dengan harga tinggi dan mahal seperti ikan kakap merah ini,  karena bisa dikirim ke Singapore kan," tutur Menteri Susi Pudjiastuti. 

Sementara itu saat ditanya kapan akan mulai beroperasinya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di SKPT Natuna, Menteri Susi Pudjiastuti menjelaskan sekarang ini karena pembeli belum ada, hanya baru Perindo ya langsung ke Perindo. 

"Karena Coldstoragenya saat ini kan baru satu, ini disebelahkan ada tempat kosong nanti akan kita sewakan kepada orang ramai. Selanjutnya akan ditambah dengan Coldstorage dengan kapasitas 1.000 ton," ujar Susi.

Susi Pudjiastuti menambahkan dalam proses export ikan segar masih ada sedikit kendala, yang mana saat ini untuk akses transportasi di Natuna dinilai masih belum memadai. 

"Kalau pengiriman naik Pesawat kan lebih bagus, nanti saya akan meminta kepada bapak Kemenhub untuk dapat menjajaki penerbangan dari sini,  Batam ke Singapura kalau bisa setiap hari, hal tersebut bertujuan agar nilai jual ikan exotic tropik ini tidak jatuh," ungkap Menteri Susi.

Menteri Susi dan rombongan dijadwalkan bermalam di Natuna dan akan melanjutkan perjalanan ke Pontianak besok, Selasa (30/1/2018) pagi.

Adw
 
Top