{[["☆","★"]]}
Sepuluh Orang Terkaya Versi Forbes 2017
BATAM I KEJORANEWS.COM : Indonesia menurut laporan thoughtco.com pada tahun 2015 lalu penduduknya tercatat sebanyak  263,510,146 (263 juta lebih), dan menempatkan negara yang dikenal dengan nama lain Nusantara ini berada pada urutan ke 4 dunia dalam kategori jumlah penduduk dari total 196 negara dunia. Jumat (5/1/2018).

Dari total jumlah penduduk itu, siapakah yang terkaya pada tahun 2017 lalu di Indonesia? berikut  redaksi akan menampilan urutan orang terkaya di Indonesia versi www.forbes.com, sesuai rilisnya :

1. Orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan $32.3 Billion = Rp 419,9 Triliun (USD 1 = Rp 13.000) adalah R. Budi & Michael Hartono.

Hartono bersaudara adalah keluarga yang memiliki peringkat nomor 1 terkaya selama sembilan tahun berturut-turut di Indonesia.

Pada 2017 lalu kekayaan keluarga ini naik 50% dari tahun sebelumnya, dan kenaikan itu sebagian besar berkat kenaikan  nilai saham mereka di Bank Central Asia (BCA).

Keluarga ini sebelumnya adalah pembuat kretek Djarum dalam beberapa dekade , namun kemudian mereka melakukan diversifikasi, mengambil saham BCA setelah keluarga Salim 
kehilangan kendali atas krisis keuangan Asia 1997-1998. 

Tahun 2017 lalu,Hartono bersaudara menaikkan saham BCA menjadi 55%, dari 47%. sedangkan Pada tahun 2018 ini, mereka rencananya akan berinvestasi pada perusahaan piringan hitam Singapura Razer, yang baru-baru ini terdaftar di bursa Hong Kong.

Selain rokok djarum dan BCA Bank, keluarga ini juga memiliki bisnis elektronik merek polytron dan juga real estat di Jakarta.


2. Keluarga kedua terkaya adalah Eka Tjipta Widjaja.

Keluarga ini memiliki kekayaan $9.1 B = Rp 118.3 Triliun ( USD 1 = Rp 13.000)

Eka Tjipta Widjaja adalah seorang imigran Cina yang diawal bisnisnya saat remaja di Indonesia, menjual biskuit atau roti.

Kemudian berkembang dan ia kini memiliki Sinar Mas group dengan core bisnis  di bidang kertas, real estat, jasa keuangan, agribisnis dan telekomunikasi.

Baru-baru ini ia mendirikan pabrik oleokimia dengan bekerjasama dengan perusahaan Spanyol Cepsa di pulau Riau di Indonesia.

Anak laki-lakinya, Franky mengelola perusahaan raksasa minyak kelapa sawit Golden Agri-Resources, sedangkan anak laki-laki satunya, Oei Hong Leong mengelola investasinya sendiri di Singapura.


3. Keluarga ketiga terkaya adalah Susilo Wonowidjojo.

Keluarga ini memiliki kekayaan $8.8 B = Rp 114.4 Triliun ( USD 1 = Rp 13.000)

Susilo Wonowidjojo dan keluarganya adalah pembuat rokok kretek Gudang Garam yang berdiri pada tahun 1958. Saat ini pabrik rokok itu menghasilkan 70 miliar batang rokok setahun.

Abangnya, Rachman Halim, mengambil alih seperempat abad kemudian, dan menjalankannya sampai kematiannya di tahun 2008.

Susilo menjadi presiden direktur sejak 2009, saudaranya Juni Setiawati adalah presiden komisaris.


4. Keluarga selanjutnya adalah Anthoni Salim

Keluarga ini memiliki kekayaan $6.9 B = Rp 89.7 Triliun ( USD 1 = Rp 13.000)

Anthoni Salim mengepalai Grup Salim, sebuah investasi yang dikelola keluarga dengan berbagai bidang, termasuk makanan, perbankan dan telekomunikasi.

Liem Sioe Liong, ayahnya (Meninggal 2012) yang memulai bisnis pada keluarga ini, memiliki hubungan dekat dengan mantan presiden Indonesia Suharto.

Selama krisis keuangan Asia 1997-1998, Salim kehilangan kendali atas Bank Central 

Asia yang kemudian menjual sebagian sahamnya pada keluarga Hartono. Dan saat ini, 
Salim adalah pemegang saham mayoritas (44%) dari perusahaan investasi yang terdaftar di Hong Kong First Pacific, yang memiliki aset sebesar $ 17,2 miliar di enam negara.

Keluarga ini juga memiliki lebih dari 50% saham Indofood, salah satu produsen mi instan terbesar di dunia dengan penjualan $ 5 miliar pada 2016; Anthoni adalah CEOnya.

5. Orang kelima dengan kekayaan $6.4 B = Rp 83.2 Triliun ( USD 1 = Rp 13.000) adalah Sri Prakash Lohia.

Sri Prakash Lohia, sebagian besar kekayaannya dari menghasilkan komponen dasar yang digunakan untuk membuat botol plastik.

Dia dan ayahnya berimigrasi ke Indonesia, di mana mereka mendirikan Indorama sebagai pembuat benang pintal pada tahun 1976.

Sekarang ia membuat pembangkit tenaga listrik petrokimia yang mana kemudian berkembang dan menghasilkan berbagai produk industri, termasuk polyethylene, polypropylene dan sarung tangan medis.

Lohia tetap menjadi ketua, tapi tinggal di London dan telah menyerahkan kendali kepada anaknya yang bernama Amit, dalam menjalankan bisnis setiap hari.

Perusahaan ini berkembang di Afrika di mana ia memiliki pabrik di Nigeria yang memproduksi pupuk.


6.  Keenam adalah Boenjamin Setiawan, dengan kekayaan $3.6 B = Rp 46.8 Triliun ( USD 1 = Rp 13.000)

Boenjamin Setiawan, memiliki gelar doktor di bidang farmakologi. Ia mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966.

Kalbe Farme sekarang merupakan perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.
"Dr. Boen," ia dijuluki, juga mengendalikan Mitra Keluarga, yang mengoperasikan 12 rumah sakit di Indonesia.


7. Berikutnya adalah Chairul Tanjung.

Kekayaannya saat ini adalah $3.6 B = Rp 46.8 Triliun ( USD 1 = Rp 13.000)

CT Corp Chairul Tanjung terkenal karena mengeluarkan kartu kredit, mengoperasikan hipermarket dan menjalankan stasiun TV.

Trans Retail-nya memiliki toko kelontong di bawah merek Carrefour dan Transmart.
Kelompoknya juga mengendalikan franchise Wendy di Indonesia dan memiliki franchise Versace, Mango dan Jimmy Choo.

Pada bulan Juli 2017, CT Corp. menjual 49% saham di lengan asuransinya ke Prudential Financial di A.S., yang bertaruh pada pertumbuhan asuransi jiwa.

CT Corp. menandatangani kesepakatan dengan AccorHotels of France pada bulan November 2017 untuk membuka 30 hotel di Indonesia.

8. Kemudian adalah Tahir.

Keluarga Tahir memiliki kekayaan $3.5 B = Rp 45.5 Triliun ( USD 1 = Rp 13.000)

Tahir, adalah pendiri Mayapada Group, perusahaan ini bergerak di bidang perbankan, rantai rumah sakit dan real estat.

Tahir memiliki Strait Trading Building yang baru saja selesai dibangun di Singapura dan juga Hotel Goodway di Batam.

Seorang dermawan aktif, Tahir telah menyumbangkan jutaan dolar untuk memerangi krisis pengungsi di seluruh dunia dan untuk mempromosikan pendidikan bagi orang Indonesia.

Dia memiliki pemilik lisensi yang menerbitkan Forbes Indonesia. Istrinya Rosy adalah putri konglomerat Indonesia Mochtar Riady.

9. Selanjutnya adalah Mochtar Riady

Mochtar memiliki kekayaan $3 B = Rp 39 Triliun ( USD 1 = Rp 13.000)

Mochtar Riady adalah pendiri  Lippo Group, yang memiliki pendapatan $ 7,5 miliar (pendapatan), sekarang dikelola oleh putra James dan Stephen.

Lahir di Jawa Timur, Riady membuka toko sepeda pada usia 22 dan kemudian berhasil membangun karir perbankan yang sukses sampai krisis keuangan 1997.

Saat ini, bisnis yang dijalankan Lippo Group meliputi bidang real estat, ritel, kesehatan, media dan pendidikan.

Anak laki-laki Riady, Stephen, mengelola pakaian properti Singapura OUE, yang memiliki ikon A.S. Bank Tower di pusat kota Los Angeles.

Cucunya, John, memimpin usaha e-commerce Lippo Matahari Mall, juga mengawasi perbankan digital melalui Bank Nobu mereka.

10. Orang ke 10 dengan kekayaan $2.7 B = Rp 35.1 Triliun ( USD 1 = Rp 13.000) adalah Jogi Hendra Atmadja.

Jogi Hendra Atmadja adalah kepala Mayora Group, pengolah makanan terbesar di Indonesia, membuat segala sesuatu mulai dari kopi dan sereal hingga permen dan biskuit.

Mayora Group menjual mereknya di lebih dari 90 negara.Keluarganya adalah imigran- imigran generasi ketiga yang mulai membuat biskuit pada tahun 1970. Atmadja dan keluarganya, termasuk saudara laki-laki dan sepupu, memiliki saham 
besar dalam bisnis ini.

Sumber : thoughtco.com dan forbes.com
 
Top