{[["☆","★"]]}
Gubernur Nurdin saat First Fliring PLTMG Karimun Power Plant di Paret Rampak, Tjb. Karimun
TANJUNGBALAIKARIMUN I KEJORANEWS.COM : Gubernur H. Nurdin Basirun menegaskan kepada semua pihak bahwa pemerintahan di Kepri semuanya sangat peduli dengan investasi. Karena itu, jika ada hambatan di lapangan, bersama-sama duduk dan menguraikannya secara perlahan-lahan agar semuanya semakin baik.

“Teman-teman dunia usaha kalau ada persoalan kita bicarakan bersama-sama. Cari solusi dan jalan keluar,” kata Nurdin saat First Fliring PLTMG Karimun Power Plant di Paret Rampak, Karimun, Kamis (18/1/2018).

Nurdin menegaskan, Kepri memerlukan peran serta dunia usaha untuk membangun dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah dan dunia usaha ini seperti ikan dan air yang saling membutuhkan. Nurdin yakin, Karimun yang probisnis akan tumbuh terus. Investasi yang besar ini akan dapat hasil.

“Kalau investasi tak jalan jadi pemikiran kita bersama. Kalau gak ada pesanan kita jadi risau. Regulasi yang tidak mempermudah dunia usaha segera dilaporkan karena perintah Presiden harus segera dituntaskan,” kata Nurdin.

Nurdin juga menyebutkan dia ingin semua industri di Kepri sehat. Pihaknya tak akan membiarkan hidup segan mati tak mau.

“Kita tak mau main-main lagi dengan investasi. Pelayanan prima. Secara ikhlas secara maksimal,” kata Nurdin sambil mengajak semua pihak untuk berkompetisi sehat menyejahterakan rakyat.

Untuk tenaga kerja, Nurdin menyampaikan anak-anak setempat pasti bisa. Mereka harus terlibat untuk ikut membangun daerah.

Pembangunan KPP ini dimulai sejak 2010 saat Nurdin masih menjabat sebagai Bupati Karimun. Direktur KPP, Michael Pike mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur Nurdin hingga bisa dioperasikan. Ada lima genset yang menghasilkan daya listrik 7,5 MW. Semua ini akan dikoneksi ke pelanggan.

“Ini adalah tahap awal dan akan bertambah sesuai kebutuhan. Investor tak usah khawatir pasokan listrik. Kami akan menambah kapasitas sesuai permintaan,” kata Michael yang menyampaikan sambutan dalam bahasa Indonesia.

Dalam pada itu, Bupati Aunur Rafik menyebutkan, beroperasinya KPP ini adalah yang ditunggu-tunggu masyarakat dan industri. Pada 2010 mengeluarkan izin. Baru kali ini dapat dilaksanakan dan menghidupkan mesin.

“Karimun menjanjikan. Masyarakatnya kondusif.
Ini awal yang baik. Semoga tidak lima mesin, akan bertambah terus,” kata Aunur Rafik.

(Zah/Eci/Humas)
 
Top