{[["☆","★"]]}
Mahasiswa saat Orasi di Depan
Kantor Imigrasi Batam
BATAM I KENORANEWS.COM : Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa  (Gema) Kepri  melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Imigrasi kelas I Batam, Rabu (6/12/2017) siang karena dianggap tidak maksimal dalam mengawasi Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal.

Dalam orasinya, Tongku April perwakilan mahasiswa mengatakan bahwa sudah keempat kalinya melakukan aksi damai di kantor Imigrasi kelas I Batam bahkan hingga dua kali pergantian pimpinan Imigrasi, namun tidak ada perubahan dalam pengawasan  terhadap TKA Ilegal.

"Tuntutan kita masih sama, yakni masih kurangnya pengawasan Imigrasi terhadap TKA ilegal yang masuk ke Batam, dan seperti salah satunya di PT Smoe, disitu ada sekitar 20 TKA ilegal tapi tidak ada tindakan dari Imigrasi," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa Kepala Imigrasi sebelumnya sudah berjanji akan lebih memaksimalkan pengawasan TKA Ilegal, namun nyatanya dilapangan berbeda.

"Di lapangan kita masih menemukan TKA ilegal, jadi tolong pimpinan imigrasi segera melakukan tindakan, kalau tidak kami akan terus turun kejalan," tegasnya

Selain itu, mahasiswa juga meminta kepada Kepala Imigrasi Batam menindak oknum imigrasi yang diduga melakukan pungutan liar dalam kepengurusan pasport dan KITAS. Mereka juga mempertanyakan pengawasan imigrasi terhadap imigran di hotel Kolekta yang begitu bebas keluar masuk.

Irwanto Suhaili selaku Kabid Humas Kantor Imigrasi kelas I Batam yang datang menemui para mahasiswa langsung meminta maaf karena pimpinannya sedang ada diluar kota dan berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pimpinannya.

" Kami terima kasih atas pengingatan yang diberikan para mahasiswa ini, namun terkait pengawasan setiap tahun itu kita meningkat, dan saat ini sudah mulai menurun pelanggaran masalah TKA, bahkan ribuan sudah kita deportasi, " ungkapnya

Ia juga mengatakan bahawa untuk mengawasi TKI maupun TKA ilegal, Imigrasi juga telah membentuk tim Pora yang keanggotaanya dari seluruh instansi pemerintahan dan aparat dan itu ada di bidang Wasdakim Imgrasi Batam.

"Nah kalau soal imigran yang ada di hotel kolekta, sebelumnya memang kita yang awasi, namun sekarang Imigrsi Batam tidak mengurus itu, karena langsung Rumah Detensi Imigrasi pusat yang ada di Tanjung Pinang (Rudenim), "pungkasnya

"Saya juga terima kasih kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan damai dan masalah ini akan saya sampaikan langsung nanti kepimpinan," tutupnya

Jep
 
Top