{[["☆","★"]]}
Lukita Dinarsyah Tuwo dalam Acara  Silaturahmi dengan Media  Massa
di LT 3 Kantor BP Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM : Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo didampingi Deputi 5/ Pelayanan Umum Bambang Purwanto menggelar silaturahmi dengan ratusan wartawan media massa Kepri dan Batam. Kamis (28/12/2017).

Di hadapan ratusan wartawan pimpinan media massa dan wartawan ini, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyampaikan mengenai 3 faktor yang menyebabkan menurunnya ekonomi Batam 3 tahun terakhir. Tigas Faktor itu adalah lesunya ekonomi global, kurang harmonisnya hubungan BP Batam dan Pemko serta belum termanfaatkannya aset-aset BP Batam secara maksimal.

" Situasi ekonomi secara global melemah yang menyebabkan industri Minyak dan Gas (Migas) yang merupakan andalan utama Batam turut melemah, dan lesu. Ini berimbas pada PHK karyawan. Dalam hal ini kami melakukan upaya untuk kembali menarik investor-investor di bidang Migas dan penunjang Migas untuk memberikan insentif bagi mereka, jika mereka ingin kembali membangun shipyard sebagai penunjang Migas." ujar Lukita.

Kepala BP Batam Lukita Jawab Pertyanyaan Wartawan

Faktor kedua terkait dualisme pemerintah yakni BP Batam dan Pemerintah Kota Batam (Pemko) yang tidak harmonis yang kemudian turut menyebabkan menurunnya ekonomi Batam, Lukita mengaku, keberadaan Batam yang dipimpin oleh 2 nahkoda dan berbeda dengan daerah-daerah lain, memang karena Undang-Undang yang mengharuskan begitu. Namun dikatakannya, hal itu bisa diatasi dengan bekerjasama antara dua
Deputi 5/ Bidang Layanan Umum Bambang Purwanto
Sampaikan Kata pengantar
instansi ini.

" Kurang harmonisnya hubungan dengan Pemko karena faktor sejumlah aset Pemko adalah milik BP Batam, seperti sejumlah jalan-jalan pemukiman, Mesjid, bahkan lahan kantor Pemko dan lahannya DPRD masih aset BP Batam. Hal inilah yang membuat kita kurang harmonis. Untuk itu kita telah melakukan langkah untuk menyerahkan aset-aset itu ke Pemko Batam. Sudah ada 669 jalan pemukiman yang kita telah persiapkan dokumennya untuk kita serahkan ke Menteri Keuangan agar kemudian diserahkan Pemko Batam, namun karena aset-aset itu nilainya diatas 10 miliar maka itu harus mendapatkan persetujuan presiden. Pada intinya kita telah melakukan komunikasi dengan Pemko Batam, dan kita memahami apa yang mereka butuhkan," terang Lukita.

Sedangkan faktor ke 3 mengenai belum termanfaatkannya aset-aset BP Batam secara maksimal, Lukita menyebutkan salah satu aset utama BP Batam adalah lahan. Dan lahan ini dikatakannya belum dimanfaatkan secara masksimal.

" Ada sekian ribu hektar lahan di Batam yang belum termanfaatkan dan belum produktif. Ini akan kita manfaatkan," jelasnya.

Selain lahan tersebut, Lukita juga mengaku akan memanfaatkan aset-aset milik BP Batam  lainnya, yakni pelabuhan udara Hang Nadim dan Pelabuhan Laut. Menurutnya pelabuhan udara, Bandara Hang Nadim adalah terbaik dibanding daerah-daerah lain di Indonesia, karena terpanjang dan dekat dengan pelabuhan laut, sehingga bisa dimanfaatkan untuk dibangun Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) oleh sejumlah maskapai penerbangan dan juga gudang-gudang logistik berskala internasional.

Diakhir kata sambutannya, Lukita dalam prediksinya optimis bahwa setahun ke depan perekonomian Batam akan meningkat menjadi 5 persen dan dalam 2 tahun ke depan menjadi 7 persen.

Rdk
 
Top