{[["☆","★"]]}
BMKG
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut dihimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca diwilayah Natuna dan Anambas yang saat ini sedang kurang baik. Berdasarkan pantauan atmosfer yang dilakukan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika, terjadi peningkatan angin kencang diwilayah perairan pulau Natuna dan Anambas yang berpotensi ketingian gelombang laut.

Kepala pusat Meteorologi Maritim Nelly Florida Riama,  menyampaikan peringatan cuaca extrim tersebut berlaku hingga Sabtu (9/12/2017). 

 kecepatan angin yang mencapai 36 km/jam - 54 km/jam, dapat menimbulkan gelombang laut  2,5 meter hingga 4 meter. Peningkatan gelombang tersebut masuk dalam kategori tinggi atau rough sea.

"Sehubungan dengan kondisi tersebut masyarakat dan kapal - kapal yang melintas, serta kegiatan platform hulu migas dihimbau untuk tetap waspada dan siaga dengan selalu memperhatikan update informasi cuaca dan gelombang dari BMKG," kata Nelly Florida Rama.

Sementara itu berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, sejumlah kapal Laut, terpaksa menunda jadwal pelayaran menuju Natuna. Tarmasuk Kapal Tol Laut KM. Caraka Niaga III-4 yang saat ini berada di Kabupaten Kepulauan Anambas, terpaksa menunda pelayaran ke Natuna karena cuaca buruk.

Kasi Seksi Penunjang Keselamatan Pelayaran Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna Joko Susanto mengatakan, karena cuaca buruk,  KM. Sabuk Nusantara 39 dengan rute semula Pemangkat, Serasan ,Subi, Sedanau,Lampa (Ranai) terpaksa merubah rute Pemangkat ,Serasan ,Lampa.

"Km sabuk 39 dikerenakan cuaca yang tidak memungkinkan Dan demi keselamatan, yang rencana dari serasan ke subi.. Berubah Dr serasan langsung ke Lampa," jelas Joko di Ranai, Sabtu (9/12/2017).

Selain itu pihak Syahbandar Ranai juga telah memperingati pemilik kapal Kargo agar menunda pelayaran dan memperhatikan cuaca buruk di Laut Natuna.

Adw


 
Top