{[["☆","★"]]}
Bupati Natuna Hamid Rizal
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Adanya kabar di sejumlah media nasional bahwa maskapai penerbangan Garuda Airlines akan melayani rute penerbangan Natuna, dan menjadikan Natuna sebagai daerah transit direspon positif oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal.

Kepala Daerah Natuna ini mengatakan kemungkinan penambahan rute baru Natuna tersebut,  merupakan jawaban dari manejemen maskapai itu,  atas surat dari Pemkab Natuna kepada Maskapai milik Pemerintah Indonesia itu yang ditembuskan kepada Presiden Indonesia Joko Widodo.

“Kalau yang lain sebenarnya bolehlah dia pakai alasan. Garuda sebenarnya tak ada alasan, cuma mau atau tidak saja. Saya kemaren sudah berapa kali ketemu dengan GM Garuda di Batam. Saya bilang Bapak ini banyak sekali alasannya, saya bilang tak ada masalah kalau mau jalan, pasti penuh. Karena orang menilai Garuda pasti Safety, jadi orang pasti milih Garuda dulu,” kata Hamid di Ranai, Minggu (24/12/2017).

Sementara itu menanggapi Natuna yang akan dijadikan daerah transit dengan tujuan Singapura dari Jakarta, menurut Hamid, itu merupakan kewenangan dari maskapai tersebut, yang terpenting kata kepala Daerah Natuna ini adalah melayani rute Natuna.

Hamid bahkan membantah bila dikatakan jumlah penumpang Natuna sangat rendah, karena yang terjadi selama ini banyak calon penumpang yang terpaksa membatalkan jadwal keberangkatannya dengan transportasi udara karena keterbatasan penerbangan.

“Kalau Garuda masuk sini (Natuna), ya pengusaha- pengusaha besar itu pasti berani masuk, beranilah mereka terbang ke Natuna. Tapi kalau dengan pesawat lain mereka pengusaha mungkin masih pikir – pikir, karena bisa jadi makin boros biayanya,” tambah Bupati.

Keterbatasan penerbangan yang melayani rute Natuna menjadikan harga tiket pesawat dari dan ke Natuna sangat tinggi. Keberadaan maskapai Garuda sangat  diharapkan dapat menekan harga tiket yang tidak terbeli oleh masyarakat.

Sebelumnya pada bulan lalu perwakilan dari Menajemen Garuda Airlines telah melakukan audiensi kepada Pemkab Natuna, dan mengatakan bahwa mereka membatalkan rute Natuna, karena pertimbangan jumlah penumpang yang minim. 

Menyikapi itu, pemkab Natuna lalu mengirimkan surat kepada Pihak garuda dan minta pertimbangan Kepala Negara.

Adw
 
Top