{[["☆","★"]]}
Simbolon dan Harianja
Warga Tj. Piayu. Sei Beduk
BATAM I KEJORANEWS.COM : Tidak terima dengan pekerjaan asal- asalan dalam proyek jembatan sepanjang 60 meter dan pengerasan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter  dengan ROW 30, di antara Perumahan Bida Ayu dan GMP, Kel.  Duri Angkang/  Tanjung Piayu, Sei Beduk,  2 orang warga setempat melaporkannya ke sejumlah media di Batam. Kamis (23/11/2017).

Simbolon dan Harianja warga setempat mengatakan, kesalahan pengerjaan proyek yang dilakukan oleh kontraktor berinisial TP adalah, book cover jembatan yang menggantung dan tidak kokoh, sehingga dikhawatirkan akan membuat jembatan mudah roboh. Sedangkan pada pengerjaan jalan mereka mengatakan, pengurukan jalan untuk pengerasan, juga asal-asalan, karena jalan bekas rawa tersebut masih berair ditimbun dengan tanah bauksit yang juga berlumpur.

Proyek Jembatan dan Jalan
 yang Dinilai Warga Asal-asalan
" Ini kita keberatan dengan pekerjaan yang asal-asalan ini, karena ini untuk akses masyarakat. Masak mereka membuat jalan sembarangan, padahal anggaran untuk jalan dan jembatan ini sekitar Rp 1 miliar. Kami sebagai masyarakat tidak mau dirugikan," ujar Harianja dan Simbolon.

Di sisi lain, menurut warga ini, dalam pengerjaan proyek, pihak kontraktor tidak memasang plang proyek dan juga tidak memberikan pekerjanya BPJS Ketenagakerjaan.

Warga yang juga tokoh pemuda setempat ini mengaku akan melakukan penghentian pekerjaan oleh kontraktor, jika kontraktor tetap mengerjakan proyek tersebut. Mereka mengaku tidak segan2 untuk mengerahkan pemuda2 setempat jika kontraktor tetap melanjutkan pekerjaannya secara asal-asalan.

Terkait informasi warga ini, TP pemilik proyek saat dihubungi melalui HP mengaku, memiliki plang proyek, namun dicabut oleh masyarakat setempat. Sedangkan terkait proyek yang asal jadi, alias asal-asalan, TP tidak mengklarifikasi tuduhan warga ini.

Tdk

 
Top