{[["☆","★"]]}
Para Napi saat Antri Menaiki Kapal
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Sebanyak 50 orang tahanan dikirim Kejaksaan Negeri Natuna menuju Tanjungpinang, 48 orang diantaranya dikirim Rabu dini hari (1/11/2017) dengan Kapal Pelni KM. Bukit Raya.

Sementara 2 orang lagi tahanan bidang Tipikor, dijadwalkan dikirim Rabu siang (1/11) dengan menggunakan pesawat terbang.

Para tahanan berbagai kasus pidana Natuna ini, dikirim dengan KM.Bukit Raya. Saat dikirim mereka terlihat ikut antre dan berbaris diantara kerumunan calon penumpang kapal lainnya di Pelabuhan Selat Lampa.

Para Napi ini dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tanjungpinang. Ketiadaan Lapas di Natuna memang menjadi isu penting kini. Jauhnya jarak dan melewati jalur laut menjadikan pengiriman tahanan ini penuh risiko dan biaya besar. Waktu tempuh biasanya 2 hari 1 malam.

Pengiriman tahanan ini mendapat pengawalan 15 orang  aparat polisi bersenjata lengkap, yang disiapkan Polres Natuna dan 3 orang dari Petugas Kejaksaan Negeri Ranai .

Dari 48 orang ini, 6 orang merupakan tekong kapal asal Vietnam yang diputus hukuman subsider pengganti denda oleh hakim pengadilan perikanan Natuna atas kasus Illegal Fishing. Diantara napi itu juga ada mantan anggota dewan Natuna, Abil Hanafi yang menjadi narapidana kasus asusila, dan seorang narapidana wanita kasus Narkoba.

Kapolres Natuna, AKBP Charles Panuju Sinaga mengatakan kebutuhan akan Lapas di Natuna menjadi hal yang mendesak.

"Kita di Natuna butuh lapas. Karena pengiriman napi naik kapal selama beberapa hari ke Lapas Tanjungpinang, belum lagi menuju Selat Lampa dari Ranai butuh waktu, biaya dan risiko," ujarnya belum lama ini.

Hal ini sebenarnya sudah direspon oleh Anggota Komisi XI DPR-RI, Sukiman dari fraksi PAN.

"Pembangunan Lapas di Natuna dan tunjangan bagi prajurit TNI dan kepolisian di daerah perbatasan menjadi prioritas yang akan kami upayakan di pusat," ungkap anggota badan anggaran DPR ini dalam kunjungannya ke Natuna beberapa waktu lalu.


Adw

 
Top