{[["☆","★"]]}
Kadis Pariwisata Natuna, Erson Gempa sampaikan
 Sambutan
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Untuk melestarikan budaya dan adat istiadat tata cara Nikah Kawin dan pakaian adat Melayu, agar tidak hilang dimakan zaman, Dinas Pariwisata yang dikomandoi Erson Gempa, membuat seminar , penyusunan budaya lokal Daerah, diselenggarakan di Rumah makan Sisir Basisir  Ranai Natuna, Senin malam (6 /11/ 2017).

Warna warni ,tata rias pengantin pun terlihat indah. Warna kuning keemasan dipadu dengan hijau merah  membuat ruangan rumah makan itu disulap, bak ruangan pengantin.Ciri khas budaya Melayu sangat jelas. Ditambah lagi dengan alunan musik bernuansa  Melayu, menambah suasana semakin menarik.

Ketua panitia Hadisun dalam sambutannya mengatakan,. Natuna berbeda dari semua daerah Melayu. Terutama bahasanya. Namun terpenting soal tata cara berpakaian adat perkewanin. Karena properti aksesoris yang dipakai belum mendukung. Sebab masih memakai aksesoris Jawa dan Bali.

"Bahkan tata cara berpakaian Melayu  masih banyak belum tepat.oleh karena itulah whorshop ini kita lakukan agar  semua bisa memahami.Acara disekenggarakan selama dua hari , Mendatangkan 3 orang narasumber dari LAM provinsi.

Dengan whorshop ini, dukungan Pemerintah sangat penting.Sementara untuk para peserta ,Kita ambil dari Bunguran besar.Hanya  1 orang dari Bunguran Barat.Hal ini dikarenakan dana terbatas," ucap Hadisun.

Dari hasil pengamatan dan penglihatan kami  dilapangan, perkawinan Melayu di Natuna, mulai terkikis oleh waktu. karena itu kami hadir agar hal ini tidak terjadi. Sebagai orang Melayu Kita tidak ingin adat istiadat ini , jangan sampai hilang.ucap Kadis Parawisata saat membuka secara resmi whorshop tata cara Nikah Kawin adat Melayu.

Kedepan seluruh pernikahan di Natuna, harus benar benar, memakai tata cara adat Melayu. Karena beberapa kejadian yang kami lihat, baik pakaian ,aksesorid banyak ya g menyimpang. Untuk itu kita mau luruskan, dengan cara berbagi ilmu, agar benar benar bisa menjaga adat Melayu.

Kadang para anak anak yang nikah, ada ukiran Jawa dan Sunda di belakang .Mungkin juga Mak andang tidak mengerti, oleh karena itu lewat whorshop ini, budaya Melayu ,  kita luruskan. Kalau dapat Mak andang, mampu menawarkan terlebih dulu riasan pengantin adat Melayu.pinta Erson.

"Dihadapan kita ada contoh pelaminan dan hantaran, sebagai contoh .Kami harap Mak andang bisa mengikuti, biar LAM dari provinsi bisa menerangkan .Mak andang ini merupakan ujung tombak dilapangan, apapun yang dia katakan pasti pengantin nurut. Usai acara ini, Kita mau kasih buku untuk di pelajari.

Artinya ada praktek ada buku.Selama ini, jika saya menghadiri pernikahan sekalu mencatat hal hal yang janggal .Ini jadi kegundahan bagi Kami.Besok Kita sama sama berangkat ke kantor Darma wanita, telah disiapkan Ibu PKK, pelaminan asli adat Melayu, dan hantaran nya, " papar Erson.

Turut Hadir, Ketua PKK, Kabupaten Natuna, Nurhayati Hamid Rizal, Ketua Lembaga adat melayu Natuna Wan Jawali, dan Ketua serta pengurus Ketua LAM Provinsi.

Adw
 
Top