{[["☆","★"]]}
Wabup Natuna saat Terima Penghargaan
 dari Prof. Dr. Muhajir Effendi
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Pemerintah Kabupaten Natuna yang diwakili oleh Wakil Bupati Natuna Ngesti yuni Suprapti, menerima penghargaan dari  Pusat Pembinaan  Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa  , Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan  atas kontribusi dalam Program Sastrawan Berkarya Di Daerah Tertinggal Terdepan Dan Terluar (D3T).

Penghargaan diserahkan langsung oleh mentri Pendidikan dan   Profesor Doktor Muhajir Effendi Di Jakarta, Sabtu (28/10/2017) pagi.  Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan sebagai puncak acara  Bulan Bahasa dan Sastra 2017 gerakan Literasi nasional (GLN), serta peringatan Hari Sumpah Pemuda. 

Mentri Pendidikan dan kebudayaan profesor Doktor Muhajir Effendy, pada kesempatan tersebut menyampaikan sastra sebagai wujud dimensi keindahan bahasa,  perlu didorong agar dapat merajut Kebenekaan nilai – nilai kearifan dari berbagai daerah dalam bingkai ke Indonesiaan  guna memperkokoh tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia.

Sejumlah Karya Sastra Pemkab
 Natuna
“ Sejalan dengan itu melalui bahasa dan sastra  kita bangun bangsa Indonesia yang cerdas dan memiliki karakter  yang kuat sehingga dapat bersanding dan bersaing dengan bangsa- bangsa lain  tanopa harus kehilangan jati diri sebagai suatu bangsa,” kata Mentri Muhajir Effendy.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna Ngesti yuni Suprapti usai menerima penghargaan, saat dihubunhi melalui pesan singkat Whats App mengungkapkan   rasa bangga dan senang atas penghargaan  tersebut, menurutnya melalui Sastrawan residensi, budaya dan sastra Natuna telah terpublikasi secara Nasional.

"Masyarakat dan daerah di luar Natuna akan mengenal kekayaan budaya dan sastranya bukan hanya mengenal Sumber Daya Alam Natuna saja. Melalui penghargaan dan buku yang telah diterbitkan ini merupakan motivasi bagi masyarakat Natuna,untuk bersama - sama melestarikan budaya melalui literasi," 

“Kita akan terus menggalakan sastrawan didaerah, agar juga dapat mengangkat budaya daerah kita ke tingkat nasional, sehingga kita juga dikenal dibidang sastra. Kita memiliki sastrawan yang cukup baik, namun selama ini memang tidak dikenal, “ kata Ngesti.

Belum lama ini seorang sastrawan nasional  Jamal Rahman Iroth dalam kegiatan residensi sastrawan  berkarya di Daerah 3 T telah melakukan tinggal dan menulis  di Natuna. Beliau telah merampungkan kegiatannya di Natuna dan telah mengeluarkan Buku jurnalisme sastrawan  yang berjudul  “IKHTIAR MENJAGA PERADABAN NATUNA”. 

Buku yang menulis tentang latar belakang sosial  budaya Natuna itu, diluncurkan berrtepatan dengan pemberian  penghargaan  kepada Pemkab Natuna dalam puncak acara bulan Bahas dan Sastra 2017.

Kegiatan residensi  sastrawan berkarya  merupakan kali kedua dilaksanakan oleh  Kementrian Pendidikan kebudayaan melalui Pusat Pembinaan  Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa  , pada tahun 2017 ini ada 5 Daerah Tertinggal Terdepan Dan Terluar , yang dipilih, diantaranya natuna (Provinsi kepulauan riau), Bengkayang (Provinsi Kalimantan barat),  Talaud (Provinsi Sulawesi Utara), Morotai (Maluku Utara) dan raja Ampat (Papua barat).

Adw
 
Top