{[["☆","★"]]}
Pimpinan BP Batam Sampaikan Monitoring Program
BATAM I KEJORANEWS.COM : Diakhir masa jabatannya selama 19 bulan, Pimpinan Bp Batam yang diketuai Hatanto Reksodipoetro berhasil membuat berbagai capaian pembangunan yang melampaui estimasi target perencanaan. Hal itu terungkap dalam konfrensi pers Monitoring Program yang digelar di Marketing Center Gedung BP Batam. Rabu (18/10/2017).

Dalam kegiatan ini, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro didampingi Wakil Kepala BP Batam Agus Tjahjana, Deputi Bidang Administrasi dan Umum Sigit Priadi Pramudito, Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan Junino Jahja, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Eko Santoso Budianto, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya Purba Robert M Sianipar, dan Deputi Bidang Pelayanan Umum Gusmardi Bustami menyampaikan, bahwa dari kinerja BP batam Tahun 2016 nilai investasi meningkat menjadi USD 462,8 juta dari USD 325,6 juta tahun 2015.

Sedangkan untuk periode Januari- September 2017 nilai investasi naik menjadi USD 765,7 juta atau meningkat 78 % dibanding periode yang sama tahun 2016.

" Jumlah proyek 61 proyek atau naik 5 % dibanding periode yang sama tahun 2016. Nilai investasi 9 bulan pertama tahun 2017 ini adalah yang tertinggi sejak tahun 1971. Nilai ekspor 9 bulan pertama 2017 ini, sudah naik 37 % dibanding tahun 2016," ujar  Hatanto.

Selain capaian itu, Hatanto juga menjelaskan bahwa, untuk memicu peningkatan investasi BP Batam juga telah melakukan percepatan perizinan dengan 123J (izin investasi 3 jam) dan KILK. Penggunaan i23J sejak diluncurkan bulan September 2016 telah mencapai 13 proyek dengan nilai USD 233,3 juta dan saat ini ada 12 proyek yang telah mendaftarkan dengan nilai investasi USD 299,0 juta.

Hatanto Sampaikan Sejumlah Capaian
" Lalulintas barang, juga telah kita sederhanakan dari manual ke sistem online (SIKMB) yang semula 14 hari kerja, dengan SIKMB sudah bisa menjadi 4 hari kerja, dan targetnya satu hari kerja atau one day service," jelas Hatanto.

Sementara di Bidang lahan yang dinilainya cukup sulit, Hatanto menerangkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan dan menertibkan semua admintrasinya.

" Saat ini sudah sekitar 90% data lahan yang sudah dalam bentuk elektronik, Pemetaaan dengan sistem GIS dan perizinan dengan sistem online LMS. Lahan terlantar juga sudah dipetakan dan terdapat 7220 hektar lahan terlantar. Lahan ini sudah kita lakukan tiondakn dengan mengeluarkan SP1 s,d SP3 dan telah ada yang dicabut." Tambah Hatanto.

Diakhir monitoring progres ini, terkait digantinya kepimpinan BP Batam yang dipimpinnya oleh kepemimpinan baru, dirinya mengaku legowo dan sebagai abdi negara ia akan selalu amanah menjalankan tugas negara.

" Saat kita dipanggil bapak menteri Darmin Nasution tanggal 10 Oktober lalu, kita hanya disampaikan bahwa tugas kami telah selesai. Bapak Menteri hanya menyampaikan kami 7 pimpinan berada kondisi dan waktu yang tidak tepat, tahun ini jelang tahun politik, itu saja yang disampaikan bapak menteri,tidak hal lainnya."

Rdk
 
Top