{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Tanpa terasa program tol laut yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat sejak 25 Oktober 2016 lalu, guna menunjang kelancaran distribusi logistik di daerah yang letaknya jauh dari ibu Kota, telah masuk pada pengiriman kargo ke 18.

Pengiriman ke 18 pada perjalanannya Selasa (5/9/2017) lalu, disaksikan langsung oleh Direksi dan Jajaran PT Multi Terminal Indonesia dan  PT Rajawali Nusindo, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Perum Bulog, PT Pelni (Pelayaran Indonesia) dan PT SBN dari dermaga keberangkatan 108 terminal operator  2(TO2) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Pengiriman kargo tol laut kali ini dengan menggunakan kapal KM. Caraka Jaya Niaga  III- 4, membawa muatan sebesar seribu seratus ton.


Andi Hamdani  Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Multi Terminal Indonesia disela – sela kegiatan menyampaikan, pengiriman barang yang diangkut ke kabupaten Natuna kali ini antara lain 20 ribu sak semen, 7 koma 7 ton minyak goreng, 10 ton beras, 25 ton terigu, serta kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu  guna kelancaran bongkar muat di Natuna, pada kargo ke 18 ini PT. Multi terminal Indonesia juga   mengirimkan tambahan alat bongkar muat  forklift ukuran 2,5 ton untuk menunjang kelancaran kegiatan bongkar muat barang di pulau Natuna.


Andi hamdani menambahkan,  bahwa pelaksanaan dan kemajuan program tol laut dari sentra logistik Rumah Kita ini, tidak terlepas dari sinergi BUMN yaitu IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) melalui anak perusahaannya PT MTI, PT PELNI, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk,  PT Rajawali Nusindo (anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI), Perum Bulog dan BUMN lainnya.

“Program tol laut logistik Natuna, pada awalnya program pemerintah yang digagas  Kementerian Perhubungan RI cq Direktorat Perhubungan Laut dengan merangkul  4 (empat) perusahaan BUMN antara lain : PT Pelindo II (Persero) melalui anak perusahaan PT MTI, PT Pelni, PT Rajawali Nusindo (RNI Group) dan PT Perikanan Nusantara (Persero). Untuk menyediakan sarana dan prasarana transportasi serta bahan komoditas yang diangkut. Ke 4 BUMN dan anak perusahaan yang bersinergi, untuk membentuk rantai logistik yang menjangkau masyarakat, dengan sasaran Rumah Kita sebagai sentra logistik di pulau Natuna,” Paparnya.


Lebih Lanjut, Andi Hamdani mengatakan sinergi BUMN yang dilaksanakan IPC melalui PT MTI yaitu penanganan barang dari dermaga ke lapangan (cargo doring), konsolidasi barang, penyediaan gudang di Jakarta dan Natuna dan pendistribusian barang kepada distributor maupun kepada masyarakat. Distributor di Natuna dapat menjual barang kebutuhan pokok kepada masyrakat dengan pedoman harga eceran tertinggi (HET) sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Program ini, PT Pelni tugasnya menyediakan kapal untuk mengangkut keperluan logistik dan bongkar muat kapal tol laut logistik dengan menggunakan kapal berbobot 3.000 DWT. Diharapkan  mampu mengatasi kondisi cuaca untuk kepastian jadwal kapal, yang melayani rute Jakarta – Natuna setiap 14 hari (dua kali sebulan) menjamin ketersediaan stok barang. Sedangkan BUMN lainnya menyediakan barang untuk didistribusikan ke Natuna dan atau dibawa dari Natuna ke Jakarta sebagai kargo balikan.

Ia menjelaskan untuk penjualan barang ke masyarakat PT MTI bekerjasama dengan para Kepala desa dan pedagang-pedagang lokal sebagai mitra. Bisnis seperti ini, maka sentra logistik Rumah Kita dapat diterima masyarakat bukan hanya sebagai pusat pembelian kebutuhan pokok dan komoditi strategis masyarakat. Namun juga  sebagai pusat penjualan produk – produk masyarakat setempat seperti rumput laut, cengkeh, kayu kelapa, ikan. Kargo balikan ini sekaligus  menunjang keseimbangan cargo ke dan dari Natuna untuk efektivitas dan efisiensi rantai pasok.

“ PT MTI saat ini, sedang menjejaki kerjasama dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dalam menyediakan fasilitas pendukung bagi nelayan setempat,” Ujarnya.

Terangnya, perpaduan program tol laut, sentra logistik Rumah Kita dan masyarakat setempat, menumbuhkan optimisme dalam menurunkan disparitas harga kebutuhan pokok dan komoditas strategis di Natuna dan pulau lainnya. Dikatakan, salah satu indikator keberhasilannya adalah kisaran harga semen sebelumnya yaitu Rp.78,000,- sampai dengan Rp.120.000,- sekarang turun menjadi Rp.73.000,- sampai dengan Rp.90.000,- tergantung jarak dan lokasi yang tersebar dikepulauan tersebut. 

Adw
 
Top