{[["☆","★"]]}
Kantor Disdikpora Natuna
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Sebanyak 46 orang anak putus sekolah usia sekolah SD dan SMP di Kabupaten Natuna, tahun ini kembali dapat melanjutkan sekolahnya berkat program beasiswa presisi dari Pemerintah Kabupaten Natuna, yang dialokasikan bagi anak kurang mampu dan  putus sekolah.


Angka anak putus sekolah di Kabupaten Natuna berdasarkan hasil pendataan terakhir yang dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten Natuna jumlahnya mencapai 50 orang. 

Namun dari data tersebut hanya sekitar 46 orang anak yang mau kembali melanjutkan sekolah melalui program beasiswa presisi Pemkab Natuna 2017. Selebihnya ternyata sudah tidak mau melanjutkan sekolah. 

Staf Bidang pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten Natuna, Yudo Amanto, saat dihubungi melalui sambungan telepon Senin pagi  mengatakan, sistem  pendataan yang dilakukan Disdikpora adalah dengan  turun langsung kelapangan.

“Kami turun langsung ke Sekolah- sekolah mendata siswa yang putus sekolah, lalu kami datangi, kita bantu buat contoh buat proposal ,” jelas Yudo, Senin (4/9/2017).

Berdasarkan data tahun 2011 yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik –BPS diketahui ada sekitar 602  orang anak putus sekolah di kabupaten Natuna, namun untuk program beasiswa presisi , Dinas melakukan pendataan baru guna mendapatkan data yang konkrit. 

“Tidak banyak angka anak putus sekolah yang usia sekolah, hanya 50 orang saja, itupun sudah kita telusuri di setiap Kecamatan,” tambah Yudo.

Sistem pemberian beasiswa itu sendiri disalurkan melalui nomor rekening anak yang digunakan untuk membeli keperluan perlengkapan sekolah.

“ Jadi anak- anak langsung menerima melalui rekening atas namanya sendiri, dan mereka beli perlengkapan sekolah, nanti kita pantau melalui tim bagaimana kegiatan mereka disekolah,” ujar Yudo yang juga merupakan Panitia Pengelola Tehnik Kegiatan-PPTK dari Beasiswa transisi.

Pada tahun ini pemerintah kabupaten Natuna mengalokasikan anggaran sebesar 1 koma 7 milyar rupiah untuk beasiswa presisi. Upaya ini dilakukan guna mengentaskan anak putus sekolah.

Selain melalui program beasiswa, Pemkab natuna juga melakukan kelompok belajar Paket A B dan C disetiap kecamatan pada tahun data  tahun 2017 ada 54  peserta Paket A setingkat SD yang mngikuti ujian Paket, dan 82.peserta Paket B setingkat SMP serta 120 orang peserta paket C setingkat SMA. Peserta kelompok belajar ini berusia diatas 21 tahun.

Adw
 
Top