{[["☆","★"]]}
MYANMAR I KEJORANEWS.COM : Pasukan pemerintah di Myanmar telah memancung dan membakar penduduk sipil Muslim Rohingya yang masih hidup, termasuk anak-anak, kata saksi yang menyaksikan kejadian tersebut, The Independent mengutip saksi mata dalam sebuah laporan pada hari Sabtu (2/9/2017).

Laporan tersebut mengutip seorang pria bernama Abdul Rahman yang mengatakan bahwa dia selamat dari serangan lima jam di Desa Chut Pyin.

Dia mengatakan sekelompok orang Rohingya telah ditangkap dan ditahan di sebuah pondok bambu, yang kemudian dibakar.

"Saudaraku terbunuh, [tentara Myanmar] membakarnya dengan kelompok tersebut," katanya. "Kami menemukan [anggota keluarga saya yang lain] di sawah. Mereka memiliki bekas luka di tubuh mereka dari peluru dan beberapa lainnya luka. "

"Kedua keponakan saya, kepala mereka putus. Yang berumur enam tahun dan yang lainnya sembilan tahun. Kakak ipar saya ditembak dengan pistol, "katanya.

Korban selamat dari desa-desa lain di wilayah tersebut telah memberikan pernyataan serupa tentang kekerasan yang dilakukan terhadap anggota kelompok minoritas karena pemerintah menolak akses terhadap wartawan dan pekerja bantuan untuk memasuki zona konflik.

"Citra satelit menunjukkan penghancuran total sebuah desa Muslim, dan meminta perhatian serius bahwa tingkat kehancuran di negara bagian Rakhine utara mungkin jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan semula," kata Phil Robertson, wakil direktur Asia Human Rights Watch.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson telah meminta pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi untuk mengakhiri kekerasan tersebut.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Suu Kyi tidak berbuat apa-apa untuk mengakhiri penderitaan kaum minoritas Muslim.

Johnson meminta Suu Kyi untuk berusaha keras menyelesaikan masalah ini. Dia memperingatkannya, bahwa kekerasan tersebut "menodai" reputasi Myanmar.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa sebuah serangan kekerasan yang menewaskan banyak Muslim Rohingya pekan lalu adalah "genosida."

Hampir 400 orang tewas di Rakhine Myanmar dalam sebuah tindakan militer yang meningkat pada Rohingya pekan lalu.

Muslim Rohingya, sebuah komunitas yang berpenduduk lebih dari satu juta orang, telah ditolak kewarganegaraannya dan juga akses terhadap hak-hak dasar di Myanmar.

Sumber : presstv
Editor : Boris HR
 
Top