{[["☆","★"]]}
Terfakwa Sindak Adi Agustian usai
 Sidang Putusan
BATAM I KEJORANEWS.COM : Sindak Adi Agustian Aritonang dalam kasus menipu calon TKI divonis dengan hukuman penjara 1 tahun. Senin (25/9/2017).

Dalam amar putusannya, Hakim Majelis yang diketuai Endi Nurindra Putra didampingi Egi Novita dan Reni Pitua Ambarita menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar dakwaan ke 2 dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni pasal 378 KUHP tentang penipuan.

" Kami Hakim memutuskan saudara bersalah melanggar pasal 378 KUHP, dengan itu kami memutus hukuman saudara penjara 1 tahun, " ujar Endi Nurindra Putra, SH, MH, Hakim Ketua Majelis.

Atas hukuman yang lebih ringan 2 tahun dari tuntuan JPU Zia Ulfattah Idris, SH itu, terdakwa menyatakan menerimanya, sedangkan JPU Andi Akbar yang menggantikan Zia menyatakan pikir- pikir.

Dalam kasus penipuan sejumlah korban yang merupakan calon Tenaga Kerja untuk dipekerjakan di Singapura ini, terdakwa Sindak Adi Agustian Aritonang berhasil yang berhasil menipu para korbannya dengan meraup uang Rp155.200.000 (seratus lima puluh lima juta dua ratus ribu rupiah), sebelumnya dituntut  JPU Zia dengan pidana penjara 3 tahun karena terbukti bersalah melanggar pasal 102 ayat (1) huruf a Undang-undang RI No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI) di Luar Negeri.

Dalam melakukan penipuan terhadap para korban ini, terdakwa bersama-sama dengan Rizki yang kini menjadi daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi.

Modus meyakinkan para korban terdakwa lakukan dengan membuat selebaran yang terdakwa tempelkan di Halte-halte Bus yang ada di Batam, dan melalui jejaring social Internet  Facebook di Lowongan Kerja Batam.

Kata-kata dalam selebaran itu "Telah di buka lowongan pekerjaan ke Singapura dengan Syarat Lamaran Kerja, Paspor dan biaya Dokumen dan lowongan pekerjaan untuk Cleaning Service, Waiter dan Kapten Waiter.


Rdk
 
Top