{[["☆","★"]]}
Vidiel Tania Pratama Ketua HMI Batam
BATAM I KEJORANEWS.COM : Ahars Sulaiman Staf Khusus Gubernur Kepulauan Riau mendapat ancaman teror dari orang tidak dikenal.  Teror tersebut berupa pemecahan kaca mobil di halaman rumah mantan DPRD Provinsi Kepri itu pada Jum'at subuh  15 September 2017 lalu.

Teror itu diduga karena Ahars Sulaiman belakangan ini di media Batam berkomentar terkait isu politik seputar calon Wakil Gubernur Kepri.

Menyikapi aksi teror yang dialami Staf Khusus Gubernur Kepri itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batam Vidiel Tania Pratama meminta kepada aparat Kepolisian supaya mengusut tuntas secara cepat siapa dalang aksi teror tersebut dan menghukum pelaku atas apa yang diperbuatnya.

Karena menurut Vidiel apabila aksi teror itu dianggap sepele maka akan barang tentu berlanjut ke aksi yang lainnya.

" Teror kepada Bapak Ahars Sulaiman tidak dapat dimaafkan, hal ini jelas mencoreng proses Demokrasi, apalagi teror tersebut berbau isu pemilihan Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang sampai saat ini masih belum tuntas. Proses pemilihan Wakil Gubernur seharusnya tidak perlu memakai aksi premanisme yang jauh dari kata demokrasi, para elit politik sejatinya mencontohkan proses Demokrasi yang berintelektual bukan demokrasi hutan rimba.Hal ini juga akan memperkeruh proses pemilihan Wakil Gubernur Kepulauan Riau," terang Vidiel.

Vidiel menambahkan, HMI aecara kelembagaan meminta kepada pihak-pihak yang bertarung dalam proses demokrasi di Kepri untuk menjaga etika berpolitik.

Rdk
 
Top