{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Pembukaan  acara Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Natuna, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal berpesan, pelajar Sekolah Dasar jangan pegang ponsel, khusus di sekolah. Sebab dampak membawa Ponsel di sekolah, akan mengganggu proses belajar.

“Pelajar SD dulu tidak pegang ponsel,” kata Ketua Partai Amanat Nasional Kepulauan Riau (Kepri) itu di Gedung Sri Serindit, Selasa 19 September 2017.

“Lihat pelajar dulu, banyak yang hebat – hebat.” Ujarnya.

Bupati mengakui, perkembangan dunia teknologi internet tidak bisa dihindari. Semua harus dijalani. Namun bagi orang tua dan guru, harus membentengi anak – anaknya dari dampak negatif teknologi internet.

“Di sekolah, pelajar jangan bawa Ponsel. Di rumah, orang tua pantau, ketika mereka main ponsel,” tegasnya lagi.

Sebab, kata Bupati, internet atau dunia maya, cukup ramai terposting berita hoak, atau bohong. Berita hoak itu, penuh dengan kebencian dan adu domba. Jadi, masyarakat, terutama pelajar, harus waspada pada berita hoak itu.

“Sekarang paling gampang ingin jatuhkan nama baik seseorang,” terangnya. “Dengan cara, sebarkan berita bohong di dunia maya. Jangankan sekelas pejabat, pimpinan pun bakal hancur nama baiknya.”

Cara membentengi dunia internet dari berita hoak atau negatif lainnya, kata Bupati, orang tua atau guru harus tingkatkan iman dan taqwa para pelajar. Dengan iman dan taqwa, segala unsur negatif, akan terhindar.

“Tahun depan saya minta Kepala Bagian Kesra Natuna menganggarkan kegiatan hafiz Qur’an,” janji Bupati. “Saya yakin, dengan hafiz Qur’an, anak-anak akan mempunyai akhlak mulia.”

Sementara, acara KKG-PAI Natuna, dilaksanakan dari Selasa 19 September hingga Kamis 21 September 2017. Dalam acara menyambut Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah itu, dilaksanakan kegiatan Lomba Dai Cilik dan Hapalan Surah Pendek Tingkat SD se-Natuna.

Acara bertema, tertera di spanduk besar tertempel di dinding panggung bertuliskan: mari kita sambut bulan Hijriyah dengan berhijrah dari kegelapan menuju cahaya Islam, dari kekufuran menuju keimanan, membawa generasi penerus bangsa menjadi manusia-manusia berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur.

(*andi surya)
 
Top