{[["☆","★"]]}
Bupati Bintan bersama Gubernur IPDN
JAWABARAT I KEJORANEWS.COM : Bupati Bintan H Apri Sujadi S.Sos melakukan kunjungan silaturahmi ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan mengikuti Seminar Nasional Problematika Pengelolaan Keuangan Daerah dan Desa dengan Nara Sumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu pagi (13/9/2017).


Dalam pertemuan dengan Gubernur IPDN, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, MH, MS di Gedung Rektorat Kampus IPDN, Bupati Bintan menyampaikan bahwa pengelolaan dan perencanaan penggunaan Keuangan Desa yang tidak disiapkan secara matang, ditambah dengan pengetahuan yang minim dari perangkat desa dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan desa, acapkali menjadi problematika tersendiri di setiap daerah. 

" Tentunya kita berharap ada transfer knowledge (pengetahuan) dari Narasumber dan Bapak Gubernur IPDN, Prof Dr H Ermaya Suradinata, SH. MH. MS terutama soal problematika sistem Keuangan Daerah dan Desa, ” ujar Bupati Bintan H Apri Sujadi S.Sos didampingi Kepala BPKAD Kabupaten Bintan  Setioso . 

Terkait Sistem Keuangan Desa ( Siskeudes ) yang berlaku dan diterapkan di setiap daerah saat ini hendaknya mampu menciptakan tata kelola keuangan desa yang baik. Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan sendiri saat ini telah menerapkan di setiap Desa untuk menampilkan data Keuangan Desa secara transparansi di masyarakat. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ronny Kartika mengatakan, bahwa terkait Aplikasi Siskeudes saat ini sangat membantu kemudahan dalam melakukan proses pengelolaan keuangan, serta dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya. Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan juga sedang merancang suatu sistem yang ikut membantu mempermudah pengelolaan keuangan desa berbasis e-Desa.

" Tantangan pembangunan nasional saat ini secara umum berbasis desa, dalam perencanaan pembangunan desa dengan potensi ekonomi dari sektor pariwisata tentunya akan berbeda dengan desa dengan potensi ekonomi dari sektor pertanian. e-Desa yang dirancang, nantinya berguna bagi memaksimalkan potensi di setiap desa, " ujar Ronny.

MDC
 
Top