{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Akhirnya terungkap juga dari Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Roro Batam bahwa pada tanggal 23 Juli 2017 lalu, ada 16 motor  besar yang berangkat. Keterangan sederhana ini mementahkan ngototnya beberapa pihak yang menyatakan bahwa hanya 13 Moter Gede yang berangkat ke Buton, Siak- Riau. Senin (28/8/2017).

Apapun alasan pihak terkait, pernyataan secara resmi sudah dikeluarkan, dan pernyataan tersebut jelas membuktikan adanya permainan " kotor" di lapangan yang justru membuka tabir berbagai hal yang ditutupi selama ini.

Membongkar "permainan busuk" yang terlihat bersih tanpa noda di permukaan tetapi ternyata di dalam amburadul dan berisi berbagai jenis trik dan  tipu daya untuk memperkaya diri sendiri.

Tertangkapnya 6 orang berinisial  RWF ( 27 thn ),  M. A N ( 22 ), FA( 22 ), RR( 19 ), KFG ( 35 ) dan Hs ( 42 ) menimbulkan keanehan tersendiri karena nama ke enam orang tersebut tidak ada dalam surat jalan yang di keluarkan oleh Satlantas Bintan dan Satlantas Barelang.

Dalam surat jalan jelas yang membawa ada lebih kurang 10 orang. Untuk  plat B 3042 di bawa langsung oleh HB.  Plat B 3381 NG diduga milik YS di bawa oleh WJ.  Plat B 3386 UDW ( berhasil lolos ) di bawa oleh KFM.  Plat B 3987 EE diduga milik H di bawa oleh Sm.  Plat B 4101 TBH diduga milik D di bawa oleh AP.  Plat B 5555 HOG milik MT di bawa oleh MT. Plat B 6279 PKJ di bawa oleh  TY. Plat B 6795 UZC  diduga milik Ar  bawa oleh Ar.  Plat B 6969 FCT di bawa oleh Da.  Plat B 3555 SST diduga milik DRS.BN, Plat B 3897 N diduga milik FH, Plat B 6270 THS diduga milik DRS. RW dan Plat B 6588 V  diduga milik HAD di bawa oleh satu orang dengan inisial ST. Namun sleluruh nama pembawa Moge ini justru tidak tertangkap sama sekali.

Selain itu, simpang siur keberangkatan 13 unit Moge dengan tertangkapnya 12 moge di Siak semakin riuh dengan fakta ada 16 unit Moge yang ternyata berangkat.  Dari 16 unit tersebut, empat unit berhasil meloloskan diri dari sergapan polisi di Siak.

Dari empat unit tersebut, tiga unit dintaranya berhasil  teridentifikasi oleh hasil investigasi tim  AMOI ( Asosiasi Media Online Indonesia ) yaitu plat B 3386 UDW , B 3690 BEO dan B 6450 SDC..

Ke 16 unit Moge ini diyakini bahkan hampir bisa di pastikan berasal dari Batam. Dan diyakini bahwa seluruh pemilik kendaraan  tidak  satupun yang berdomisi di Bintan ataupun Tanjung Pinang.  rata rata pemilik beralamat  di Jakarta, dan mungkin saja di Kota Batam.

Ditempat terpisah, Bambang, Ketua club motor tempat ST bernaung mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengeluarkan izin untuk melakukan kegiatan turing dan bahkan tidak mengetahui adanya keberangkatan 16 motor untuk berangkat ke Siak untuk keperluan Touring. 

“ Jika ada yang turing tidak lapor akan kena tindakan tegas berupa pemecatan dari organisasi, “ terang Bambang mengatakan kepada tim AMOI melalui sambungan  saluran telepon seluler.

Bambang juga menegaskan bahwa seluruh kendaraan milik anggota clubnya tidak ada satupun yang menggunakan Plat Nopol B. seluruh kendaraan dalam organisasinya menggunakan plat nomor polisi dengan awalan BP yang berarti resmi plat nomor polisi Kepulauan Riau.  Sayang ketika di Tanya di mana keberadaan ST, Bambang hanya mengatakan sudah 10 ( sepuluh ) hari tidak ada berhubungan dengan ST. Di Tanya nomor HP dan alamat ST, Bambang hanya diam dan terkesan enggan memberikan nomor HP ST.

(Tim A)
 
Top