{[["☆","★"]]}
TPPKK Provinsi dan Ketua TPKK Natuna
BATAM I KEJORANEWS.COM : Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepri turun ke Natuna guna melakukan penilaian posyandu Sekar Melati, Desa Batubi Jaya Kecamatan Bunguran, yang merupakan Posyandu terbaik se Kabupaten Natuna. Selasa siang (15/08/2017).


Saat penilaian ini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Natuna, Hj. Nurhayati Hamid Rizal, melakukan pendampingan untuk tim penilai posyandu terbaik di Provinsi Kepri.

Tim penilai ini terdiri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan TP PKK Provinsi Kepri. Sementara pendamping dari Kabupaten selain dari TP PKK, juga dari Dinkes Natuna.

Dalam sambutan singkatnya, Hj. Nurhayati meminta Kepala Puskesmas Batubi Jaya, Ibrahim, untuk menjelaskan wilayah kerja di posyandu yang ada di daerahnya. 

" Mungkin itu saja, karena saya hanya mendampingi tim penilaian dari Provinsi," ungkap Nurhayati.

Sementara itu, Pjs. Kades Batubi Jaya, Bahliarwati, menjelaskan, Desa Batubi Jaya awalnya merupakan sebuah desa binaan dari program transmigrasi tahun 1995 silam, dan baru menjadi Desa definitif pada tahun 2007. Meski dengan segala keterbatasannya, namun kegiatan posyandu masih terus rutin dilakukan pada setiap bulannya, baik posyandu untuk balita maupun untuk lansia.

"Kegiatan yang kami lakukan berupa imunisasi, polio, pemberian vitamin, pemberian obat cacing dan penimbangan. Untuk Lansia berupa pemeriksaan kesehatan dan senam pagi," jelasnya.

Penilaian ini dimulai dari stimulasi kegiatan rutinitas di posyandu Sekar Melati.

Lilis Sulastri, salah seorang tim penilai dari kader TP PKK Kepri, menjelaskan, ada tiga misi dalam pelaksanaan lomba ini, pertama penilaian posyandu terbaik se Kepri, penguatan sekretariat posyandu dan melakukan pembinaan di setiap posyandu di seluruh Kepri.

Dari penilaiannya, Posyandu Sekar Melati, yang juga sebagai posyandu terbaik se Kabupaten Natuna tahun 2016 itu, cukup memenuhi ketentuan, baik dari bangunan fisik, fasilitas dan para kadernya.

"Tetapi sebaiknya ada penambahan kader. Dan yang perlu diingat, setiap kader harus ceria dan ramah. Kalau bisa pakai bahasa daerah saja, biar mudah dipahami oleh masyarakat," ujar Lilis.

Sementara itu, Rosita Rahmi, tim penilaian dari DPMD Kepri, mengatakan, penilaian posyandu terbaik tingkat Provinsi ini, merupakan kegiatan pertama kali yang digelar oleh DPMD.

Rosita mengingatkan, para kader Posyandu diharapkan tidak bosan melayani masyarakat. Sebab kata dia, kader posyandu ini merupakan salah satu kerja sosial.

"Saya pesan jangan bosan bantu masyarakat, tidak ada ruginya. Insyaallah itu nanti menjadi amal kita dihari akhir. Dan kami dari Pemerintah juga akan selalu mendampingi," ungkap Rosita.

Berikut nama tim penilaian posyandu terbaik Provinsi Kepri, Rosita Rahmi dari DPMD, Lilis Sulastri dari TP PKK dan Kadaryadi, dari Dinkes Kepri. Sementara tim pendamping dari Kabupaten, Hj. Nurhayati Hamid Rizal dari Ketua TP PKK Natuna dan Wan Asrul Ardiansyah, dari Kasi Pomkes Dinkes Natuna.

Adw
 
Top