{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Berbagai barang-barang yang lolos diselundupkan oleh orang- orang tidak bertanggung dari Batam menuju daerah lain di wilayah Indonesia tentu membuat Bea dan Cukai tipe B Batam merasa kecolongan dan harus menyampaikan klarifikasinya, salah satunya adalah terkait lolosnya rokok Luffman dan H mild berjumlah 351 bal atau 171.700 batang, yang berhasil diamankan aparat Polisi Air Polda Jambi pada Senin kemarin (21/8/2017).


Terkait kasus ini Raden Evi Suhartantyo kepada sejumlah media Batam  pada Selasa (22/8/2017), mengaku akan terlebih dahulu menunggu gelar perkara yang akan dilakukan Polisi setempat, sehingga hal tersebut nantinya akan diketahui apakah benar rokok-rokok tersebut berasal dari Batam. Selain itu menurutnya, dengan gelar perkara itu baru aparat bisa mengetahui dengan UU apa pelaku akan dijerat.

Terkait kasus itu tidak menutup kemungkinan, jika benar rokok2 tersebut dari Batam maka BC Batam bisa memberi sanksi administratif berupa pembekuan izin kepada perusahaan rokok tersebut.

Jika dilihat sejumlah kasus di Batam terkait penyelundupan barang, kasus rokok H Mild dan Luffman yang hanya boleh dijual di Batam ini, tentulah ini hanya salah satu "Pekerjaan Rumah/ PR " buat BC Batam, yang harus mereka selesaikan, pasalnya masih ada sejumlah kasus lain yang belum diselesaikan BC Batam, seperti masalah penyelundupan 12 Motor Harley Davidson dari Batam, yang ditangkap Polres Siak di Tanjung Buton dan juga penyelundupan sekitar 6000 Handphone Xiaomi yang ditangkap DJBC Kepri di Belakang Padang.

 Terkait kasus  Harley Davidson yang diduga melibatkan bagian pengecekan bagian dokumen BC Batam di Pelabuhan Punggur, yang disinyalir lalai dan indikasi lainnya ini, BC Batam belum melakukan penindakan terhadap staff yang dinilai lalai tersebut.

Sementara terkait HP Xiaomi yang ditegah pihak DJBC Kepri, DJBC Kepri memang belum menyampaikan pernyataan resmi, namun diduga kuat ribuan HP tersebut berasal dari Batam, yang tentu juga berefek kepada indikasi lalainya petugas BC Batam dalam pengawasan wilayahnya.

Tidak hanya ketiga masalah itu, dari penelusuran Tim Media ini, masih banyaknya barang2 bekas asal Singapura yang dijual bebas di Batam, seperti barang- barang elektronik dan pakaian bekas serta  perlengkapan rumah tangga seperti meja kursi, kasur dll.

Masih menjamurnya barang-barang tersebut di Kota Batam diduga karena masih banyaknya sejumlah perusahaan atau perorangan yang melakukan penyelundupan dengan leluasa, dan seolah telah mendapat lampu hijau dari pihak BC Batam.

Rdk
 
Top